Sunday, 2 December 2012

Burung Nuri (Hewan)

Burung Nuri, kau penyair yang membacakan puisi-puisimu
suaramu tak membosankan pada yang mendengar malah
sukmanya merelakan tiap kata-kata turun dan hinggap di
dahan sukma. Kehadiranmu, tiada yang terluka dan merasa
sakit. Dan ia pun berhati-hati supaya langit dan bumi tetap
menjadi sumber inspirasinya hingga jauh ke cakerawala.
Terbang ia di langit orbit baru dan mentari baru. Di mana
saja ia berpijak atau hinggap di dahan ia pun menulis
puisi baru dan menanyi bait-bait panjang hingga bait  yang
terakhir. Suaranya tak menyimpan dendam apa lagi
mencaci benci. Melodinya sederhana. Diksinya pun
sederhana. Tapi ada kejujuran dan kebenaran dalam
setiap karyanya. Mengapa harus berkata dengan kemarahan?
Sedangkan kerinduan pada kebenaran itu adalah langit
yang telah teruji sejak masa silam. Burung Nuri, melihat
keperkasaanmu di langit terbuka, kejuitaanmu ketika
kau hinggap di dahan, dan suaramu menyentuh sukma.

Kota Kinabalu
3 Disember 2012
*ITBM (Bahagian II)