Monday, 10 December 2012

Melangkah ke Tahun 2013 (Malaysia)

Sekarang, pelabuhan yang ini telah kelihatan
tak lama lagi kapal ini akan berlabuh sebentar.
Aku penumpang bersama wajah-wajah lain
namanya lautan selalu ada pertarungan
mengharung samudera, tofan, hujan badai.
Selalu datang ketenangan melihat pada
bintang di langit, menerka orbit baru.
Ketika laut tenang, sendiri, menabur impian.
Impian tak semestinya satu, sekalipun
impian Mat Jenin, masih impian menerobos
cakerawala. Sukmaku masih menyala
seperti mentari pagi, di situ tumbuh
impian dan mimpi tanpa sempadan.
Kemerdekaan mutlak itu telah tergenggam
aku menyelam dasar lautan sampai
ke dasarnya, sampai kepul udara terakhir.
Kalau aku terpaksa menempuh kegelapan
pekat demi sebutir cahaya dan langit biru.
Aku akan melangkah dan bertarung
demi meraihnya. Kepadamu, wahai saudaraku,
aku tak akan cemburu kerana kelahiranmu
bersimbah cahaya sampai perhentian terakhir.
Tahun 2012, akan menempel sebagai grafiti
di dinding sejarah. Membacamu, seperti
menoleh ke belakang. Yang terucap, terlaksanakan,
atau yang tertunda akan menjadi artefak
di gua-guamu buat mereka yang datang
kemudian. Kalau aku berangan-angan
dan mengolok aku Mat Jenin, aku tak akan
marah padamu. Menabur impian dan bermimpi
itu adalah membuahkan harapan. Sekalipun
aku tak mengapainya tapi angan-anganku
telah merantau jauh ke orbit baru. Mimpi-
mimpi kelelahan biarlah menjadi komet
yang hanggus melintas di suatu malam.
Aku telah siap. Bunga rampai kata-kata,
teman langkah pun siap  memulai Kembara
Sukma. Aku siap membuka pintumu,
tahun 2013. Melihat jauh ke horizon,
mentari dara, sepasang kasut, memandang
nabalu, lembah hijau, tanah gurun dan
lautan samudera, akan kuambil langkah
pertama. Seteguk air halia dan madu
kusambut salammu. Gazelku, rupanya,
kau telah siap sebelum aku. Kata-kata
pun terhimpun menjadi doa-doa musafir.
Allah Hafiz.

Kota Kinabalu
11 Disember 2012
*AP Volume I, 2013