Monday, 3 December 2012

Burung Tiung Kembali ke Langit Bebas (Hewan)

Burung tiung di halaman rumah
telah menunggumu sekian lama
tapi kau pun belum datang-datang.
Dalam sangkar ia meniru suara
tuannya lalu melafazkan kepada
tetamu. Kekadang kepada yang
lalu bigung mencari-cari suara itu.
Apa lagi tamu yang tak pernah
datang ke rumahmu. Mereka hilang
akal dan kagum memuji-mujimu.
Memang kau seekor burung tiung
yang pandai meniru. Mereka
senang mendengarmu dan ketawa.
Burung tiung, kau mendengarkan
puisi-puisimu. Tiap kata-kata ditiru
dari tuan rumahmu dan kau pelajari
dalam sangkar bambu. Kau meniru
dan menghafal tanpa mengerti makna.
Frasa-frasa dan kalimat sumpah sarana
menjadi bahan ketawa dan ejekan.
Suatu hari tuan rumah melepaskan
burung tiung ke langit bebas. Sangkar
bambu kosong di halaman rumah.
Menurut orang kampung, kekadang
kala di hutan sawit atau belukar di
tepi bukit, dekat sungai pohon tinggi,
dan pantai pasir putih, ada suara tiung
memaki atau memberi salam memakai
bahasa orang.

Kota Kinabalu
4 Disember 2012

*ITBM (Bahagian II)