Tuesday, 18 December 2012

Burung-Burung Hitam Di Tanah Australia (OZ)

Seratus tahun masih belum terlalu lama
mimpi gerun itu datang sebagai peringatan
ribut gelombang lautan pasifik masih bergelora
mencari putera dan puterinya hilang jejak.

Kapal-kapal berlabuh di lautmu
membujuk dengan doa-doa keselamatam
nama Kristus disebut sepanjang khutba
burung-burung hitam terperangkap dalam impian muluk.

Desa-desa di tebing laut Kepulauan Solomon
perempuan-perempuan Melanesia kering sudah air matanya
mengenangkan wira-wira, anak gadis dan kaumnya
didera dan dikurung dalam dek-dek kapal menuju benua Southern Cross.

Ini kejahatan-kejahatan yang dirancangkan
penzaliman mengaut untung  siang dan malam
mereka merempat di perladangan tebu di tanah asing
dipanggil ruh-ruh nenek moyang datang membebaskan mereka.

Pencolekkan dan maut tanpa jalan pulang
harapan adalah impian kehilangan rembulan
mimpi-mimpi tanah lelohor terperoyok dan menjadi igau ngeri
mereka adalah abdi, kepala menunduk, tanpa menuntut.

Ben Boyd dan kamar siksa, rantai belenggu besi di lehermu
kesakitan dan kelaparan yang menjadi artefak di dinding penjara
di tanah di mana sahutan kesakitan dan kesengsaraan pun tak berjawab
ketika maut datang, kau  tersenyum kerana  kau memang menunggu pasrah.

Dari tanah Queensland mereka dikerah ke selatan gunung salji
satu persatu artefak dan grafitimu di atas pasir tanah merah tertimbus
mereka, burung-burung hitam memagut sukmanya dan mengubur ke dalam salji
di sini berakhir semuanya, penderaan dan kezaliman, tertimbus dalam sejarah.

Gelombang-gelombang dan suara-suara dari lautan
burung-burung hitam dari Pasifik peringatan satu zaman
kelicikan dan tipu-muslihatmu, kekejaman dan kezalimanmu
akan menjadi halaman pertama untuk dibaca dan satu peringatan.

Kota Kinabalu
18 Disember 2012