Tuesday, 24 January 2017

Badai Di Tanah Myanmar (Rohingya)*

Badai turun di tanah Arakan
para pendeta bertukar kulit
raung serigala memburu mangsa
terlepas dari kandang kalbumu.

Kau bertanya, langit tenang saja
di sini damai dan selamat
renunglah berita yang kau didengar
tak ada kemusnahan dan kehilangan jiwa.

Tapi Rohingya terus meninggalkan halaman
desa-desanya sepi dan tinggal puing-puing
ketika badai datang Rohingya bertebaran
dari bumi Arakan mencari suaka.

Myanmar, sampai bila kau menghapuskan
kehadiran Rohingya di bumimu
Regim tentera menuding senjata
ke arahmu sebagai musuh.

Kuala Lumpur
2016






Arakan, Tanah Leluhur (Rohingya)*

Kau tak dapat menghapuskan
jejak-jejak langkah  Rohingya
di bumi Arakan tapak-tapak kakimu
telah memberkas menjadi batu.

Suara-suara menempal pada
gunung dan rimba raya Arakan
tumbuh menjadi pohon-pohon ingatan
tiap hari kau diingatkan kehadiran Rohingya.

Ke manapun kau memandang
artifak dan graviti Rohingya
menjadi sejarah bangsa ini
dan impian Rohingya.

Rohingya hidup selamanya
penderitaan ini hanya akan
menghidupkan mimpi Rohingya
Arakan, tanah leluhur.

Kuala Lumpur
2016

Monday, 23 January 2017

Melangkar Harapan Anak Rohingya (Rohingya)

Kau tak mengira langkah
dari desa Arakan melintasi sempadan
besar dalam pembuangan
tapi, ingatan pada Arakan
tumbuh dalam dirimu
mimpi-mimpimu berpauh
pada pohon harapan.

Dari sempadan
menyeberangi lautan bergelora
terapung dan belayar
mengikut arus
bintang-bintang di langit malam
penghiburmu
siang pertarungan
kelaparan yang mencekek
panas yang membakar
mencari pulau berteduh.

Di Pulau Christmas
kau dalam khemah tahanan
berkejar ke hujung hari
lalu menunggu esok
jiwamu terkurung
tapi, kebebasan itu
harapan yang menjauh.

Kau, seorang anak
yang dulu langkahnya kecil
kini telah mulai tumbuh
menjadi gadis yang mencercah
pintu kedewasaan.

Kegiranganmu mulai meredup
di pulau keterasingan ini
tiang keyakinan dirimu
dipukul ombak kali dan berkali
dan kau memandang
lautan dengan mata separuh tertutup
menunggu perutusan langit.

Kuala Lumpur
2016

Jalan Pengasingan Negeri Bersahabat (Rohingya)

Aku, berdoa dengan bahasa sederhana
biarkan kedamaian pada langitmu
Arakan.

Kau telah menganiaya
Rohingya tanpa perlawanan
kezalimanmu itu telah
mengusir Rohingya ke tanah asing.

Api dendammu menyala
dan kau makin tak peduli
membakar desa-desa Rohingya
cuba membunuh jiwa Rohingya
satu hari nanti perbuatanmu
akan dipertanyakan
tentang jenayah kemanusiaan
kau terlibat di dalamnya.

Ketika kau menzalimi Rohingya
doa-doa orang-orang teraniaya
melucur dari lidah Rohingya
dalam dirinya
adalah seorang muslim
pencinta damai.

Rohingya telah memilih
jalan pengasingan
dari sempadan sampai
negeri yang bersahabat.

Kuala Lumpur
2016







Saturday, 21 January 2017

Myanmar Kembali (Rohingya)*

Moyangku telah lahir di sini
orang tuaku pun tumbuh
bersama rimba Arakan
cinta kami seperti kamu
ini tanah leluhur
kau tak akan dapat
menghalau Rohingya
seperti mendera anjing jalanan.

Aung San Suu Kyi
kini kamu telah berada
di puncak yang tinggi
gema suara sampai
ceruk rantau Myanmar
langkahmu panjang
penglihatanmu sampai
menembus rimba raya
dan desa-desa Rohingya.

Usah kau regut kehormatan
dan kesabaran Rohingya
dengan api kezaliman
dan kekerasan atas
anak-anak Rohingya
wanita-wanita Rohingya
orang-orang tua Rohingya
biarkan hujan turun
mendinginkan bumimu
dan amarah durjahmu.

Tirani dan jenayah kemanusiaan
di bumi Arakan harus stop
biarkan langit Myanmar damai
amarah kalbumu meredah
dan buka pintumu
pada Rohingya tanpa curiga
kau akan melihat
Myanmar kembali pada
semangat Asean dan
Komuniti Antarabangsa
menerap nilai kemanusiaan sejagat.

Kuala Lumpur
2017





Wednesday, 18 January 2017

Tali Kecapi Hati (Rohingya)*

Kau telah meninggalkan Arakan
masih bau hutan dan hujan
masin lautan dan matari siang
berlinggar dalam ingatanmu.

Bumi leluhurmu hidup
dalam impianmu
kau telah menyeberangi
sempadan masuk dari
satu negara ke negera lain.

Di sini kau meraih
tangan-tangan kasih
dan wajah-wajah manis
kepedihanmu telah
mengetar tali kecapi hati.

Penderitaan Rohingya
harus dihentikan
pintu kasih sayang
terbuka luas
purnama penuh datang
dalam mimpimu
membebaskanmu
dari kegelapan majnun.

Kuala Lumpur










Tanah Leluhur Arakan (Rohingya)*

Kesabaranku terkandas di pulau ini
peribumi tanah segenggam ini
mengingatkan kami pendatang
yang tak diundang.

Pusat Penahanan Pulau Nauru
seperti jalan mati, apa lagi setelah ini
langit harapanmu menjadi tipis
esok penuh dengan kemungkinan.

Tak ada rasa persahabatan
kau dicurigai dan dirimu
menjadi sasaran kezaliman
dan kemarahan padamu.

Setelah berhempas
melawan gelombang
dan panas lautan
kau terkenangkan lamanmu
tanah leluhur Arakan.

Kuala Lumpur