Wednesday, 19 December 2012

Berbual Silam (Ketuhanan)

Muncul rembulan, datang untuk menggoda
membawa pakaian basahan silam mandi
di malam bulan purnama dan nekad kekasih.

Di kolam ini dulu pernah turun bidadari jelita
mencercah air dingin mengalir dari hujung kakinya
ia  bukan  abdi perasaam menulis syair buatmu.

Mata o mata yang menghimpun saksi panah-panah hujan
di sebuah taman larangan, kemahuan tak dapat dibendung
ia kelelahan sendiri berendam dalam cahaya mentari siang.

Biar katamu lurus tanpa curiga dari permainan licik
Malam badai pohon-pohon impian telah tumbang
kegilaan dirinya terus diburu oleh tindakannya sendiri.

Ketika kedua kakinya terpacak di dalam jalan berlumpur
seekor beruang madu tak berapa jauh dari ia terkubur.
degup jantungnya cepat seperti ngongong anjing pertama.

Ia telah berkali-kali sukmanya terluka dan hanggus
terlalu mengharap bersandar pada kayu pohon rapuh
sekarang ia masih belum puas, masih terus berharap.

Kota Kinabalu
19 Disember 2012
*Mingguan Malaysia, 16 Januari 2013
*AP BBSS