Friday, 14 December 2012

Pengaruh kata *(Indah)(Metamorposis)(ITBM)

Lihatlah bertapa hebat pengaruh kata-kata
di sana, ia terduduk tanpa ada pelindung
terbuka dan bagai daging pejal menyerah
lalu panahku terlepas dari busar dan tepat
ke jantungnya. Aku sebenarnya tak sejahat itu
dan aku bukan penghukum yang menderamu
sampai kau menangis dengan air mata dan
air hinggusmu meleleh,  ya, jatuh meleleh
dan memohon ampun. Aku bukan orangnya,
begitu kau tersiksa, aku melompat kegirangan.
Aku tak punya sejarah dalam moyangku
pembunuh dalam diam atau serang panik.
Peradaban kami tak terbelakang dan tak jauh
ke depan. Sederhana. Tak terlalu kejam.
Pemberontakan, rusuhan dan pembunuhan
massa tak tercium sekalipun jauh di pedalaman.
Barangkali, ada sekali-sekala dalam seratus tahun.
Kami berdiri di Tanah Penyair dan di Tanah Kata.
Mata yang melihat terkasima, mulut yang
mengunyah terus berkata,"Aduh, sedapnya".
Langit kami adalah langit biru yang ramah.
Laut kami tenang setenang kapal yang belayar.
sekalipun aku pernah melangkah ke kota-kota
mentari tenggelam, tapi sukma ini masih berpaut
di nabahu. Bolehkah diri ini menjadi pembunuh
di bumi sendiri? Tak akan. Kerana di sini
terlalu indah. Sebenarnya kata-kata kami
bukan untuk membunuh tapi mempertahankan
kehidupan itu sendiri. Kami ummah yang
pengasih. Marah kami hanya sebentar,
telinga rimba pun tak akan mendengar jika
ada pergaduhan di malam itu. Terlalu manis
untuk disebutkan.Terlalu indah untuk di
pertikaikan. Aku tak akan menderah kamu,
kerana darimu aku akan belajar kekuatanmu.
Tegakkan songkokmu, mari, kita memelihara
kebaikan yang masih sedikit tinggal ini.
Hidup kebaikan, Hidup kata-kata. 

Kota Kinabalu
15 Disember 2012
*ITBM