Saturday, 31 December 2016

Menyingkap Rahsia Malam (Kumpulan Puisi Indah)*

Aku merenung
mimpi-mimpi yang menyingkap
rahsia di dinding waktu

pada firasat yang menyentik
harapan
kedamaian sebuah impian
teruji ketika malam beralih.

Aku pasrah pada kata-kata-Mu
menyerap cahaya pada kalbu
sampai pada urat-urat serambi
semua indera dan sekeliling.

Langkah dan firasat menyatu
kasih seribu daya
membaca malam
hadirnya samawi
nikmatnya ibadah
manisnya pengorbanan
dalam takaran waktu.

Nilai
Disember 2016






Friday, 30 December 2016

Meninggalkan Tahun 2016* (HE)

Akhirnya bendul jam ini
bergerak dan isyarat berbunyi
Tahun Baru 2017
disambut dalam doa
mubarak
sayap samawi merendah
kau ingin meraih gunung
gema suaramu membawa
harapan.

Di pojokan ada yang tertinggal
kegelapan malam
masih menyelusuri
daerah-daerah rawan
terperangkap dalam kanca
perang
menunggu perubahan angin.
Di dataran luas
tenda-tendamu sepi
mengharapkan siang
datang
membawa cahaya.

Tanah impianmu
terlucut dari genggaman
tapi pada kalbumu
tumbuh pohon zaiton
tunjangnya mencengkam
bumi leluhur.
Kasih sayang telah
mengalahkan
tirani dan kekerasan
benih-benih kegelapan
lebur di bumi tawajuh.

Aku kembali pada-Mu
menghapus noda-noda
hitam
dalam sujud tahajud
kemanisan beribadah
sepanjangan jalan
pengorbanan.

Nilai
31 Disember 2016

*Disiarkan oleh Harian Ekspress 1 Januari 2016


Thursday, 29 December 2016

Sungai Naf (Rohingya)*

Ketika malam samar-samar
kau
pendatang malam
menyusur dada sungai Naf

Bulan keletihan
kau tak bisa mendiamkan
degup jantung
tiap langkah adalah
pertarungan.

Ada bot ronda arah depan
cuba membaca permukaan
arus
tentera Myanmar telah
sampai di pinggir sungai.

Di sini kalian harus berpisah
setelah berhari-hari
bersama dalam buruan.
Arakan telah melepaskanmu
dengan payah
sekali lagi kau dengan
payah melepaskan
yang kau kasihi.

Kuala Lumpur
2016



Monday, 26 December 2016

Pulau-Pulau Berserakan (Kumpulan Puisi Warna)*

Dalam rimba pulau ini
kau terperangkap
kehilangan langit
bumi persembunyian
telah mengingatkanmu
hari-hari tragik
dan pengkhianatan.

Suara-suaramu tertimbus
kezaliman telah menghiris-hiris
tubuhmu
tapi, kau tak pernah
melupakan sejarah
hitam
bangsamu.

Namamu terconteng
kalbumu tertusuk bambu runcing
kamu tak perlu
membalas kekerasan itu
demi esok
dari penghapusan bangsamu.

Malammu bergolek
di atas ranjau sejarah
yang diciptakan.

Kau bukan yang terakhir
di pulau-pulau berserakan
kembali, kembali
pada kedamaian.


Sandakan
2015

Tuesday, 20 December 2016

Mimpimu Pada Arakan (Rohingya)*

Sebatang sungai memisahkan
tanah leluhur dan negara tetangga
kau berdiri di pinggir sungai
memandang ke tanah seberang
tentera Myanmar melihatmu.

Sungai ini menentukan
kebebasan yang kau mimpikan
atau maut yang menolakmu
ke dalam sungai.

Kau mendengar das tembakan
arus sungai membawa ke tengah
pemburumu makin galak
melepaskan tembakan
dalam remang petang
kau bertarung, tenggelam timbul
menggapai tanah seberang.

Tanah Rohingya langit Arakan
melepaskan anak-anak leluhurnya
dari kekejaman tentera
penghapusan etnik Rohingya
dan Jenayah Kemanusiaan.

Dalam samar kegelapan
kau berenang seperti anak anjing
mencapai tanah seberang
keinginan hidup dalam dirimu
mendorongmu.

Amarah tentera Myanmar
masih kedengaran mencari
jejak-jejak bayangan Rohingya
tanah sempadan ini
terus didatangi pendatang malam.

Ketika kau tiba di tanah sempadan
sungai ini ujian terakhir
Rohingya ke tanah kebebasan
dan mimpimu
pada Arakan hidup
dalam pembuangan.

Nilai
Disember 2016

Panggilan Pada Kedamaian (Syria)*

Kematian seorang duta
terakam dalam
video siaran langsung
dan pembunuhnya
maju mundur
kata-katanya retorika
lalu mengucap takbir.

Kejahatan seperti
menonton adegan film
dengan plot tragik
5 minit kemudian
ia pun terbunuh.

Kegilaan merampas
kegembiraan disember
kasih sayang masih
mahkota kemanusiaan
sejagat.

Keganasan dan kekerasan
tak akan sejalan
dengan seruan
kedamaian.

Nilai
Disember 2016







Monday, 19 December 2016

Damai (Syria)*

Hanya  satu kata
lafaz dari lidah
cinta pada kemanusiaan
dari jiwa yang bersih
tanpa ada noda
melekat pada dinding kalbumu.

Berita maut
dan kemusnahan
tindakan kegilaan
tak ada hubungan dengan
Tuhan.

Memanggil nama suci
dengan kekerasan
dan maut
melakukan kelakuan jahil
hanya tindakan majnun
harus dibantah dan dicabut
sampai ke tunjang.

Kamu yang memakai
nama agama
dan menghubungnya
dengan Islam harus
berhenti,
pilihanmu memilih
kezaliman tak akan
melahirkan damai
hanya kematian
hanya kematian.

Di dataran terbuka
di bawah langit ini
kami membantah
dan hentikan
pelakuan jahil dan
tindakan kekerasan
derhaka dan durjana.

Kedamaian adalah
landasan berpijak
dan biarkan gema suara
kasih berkumandang
tiap pelosok bumi.

Nilai
Disember 2016


Karavan Bus Aleppo (Syria)*

Musim dingin
langit mendung berat
anak-anak Aleppo
terperangkap dalam
karavan bus panjang
menunggu perintah.

Waktu bergerak perlahan
udara dingin menikam
sampai ke tulang
siang berlalu cemas
malam turun perlahan.

Kerongkong terasa kering
tubuhmu lemah
di luar runtuhan
bangunan Aleppo
pernah menjadi lambang
kota beradab.

Jalanan sepi
kelaparan wargamu
bertarung dan terkurung
dalam kegelapan malam
dan karavan bus panjang
masih tak ada jadual berangkat.

Nilai
Disember 2016


Kemanusiaan Harus Dilindungi (Syria)*

Hujan turun menitis
dalam anak matamu
di lapangan tenda
dingin malam
musim dingin.

Sepi. Penghuni tenda
telah lama mimpi-mimpi
bertenggek di kalbu
dan kau seperti tak pasti
malam esok masih ada.

Bumimu dalam
kanca perang tak selesai
impianmu terkandas
dan kau tak bisa pulang.

Tapi kau masih yakin
kemusnahan ini telah
sampai ke puncaknya
tunas-tunas kedamaian
tumbuh.

Kau ingin melihat
bumimu bebas
dari kanca perang
dan kemelut siasah
menemukan jalan
rundingan damai.

Kekerasan tak akan
dibalas dengan kekerasan
maut dan jenayah kemanusiaan
kemanusiaan harus dilindungi.

Nilai
Disember 2016

Sunday, 18 December 2016

Doa Orang-Orang Aleppo (Syria)*

Matari pudar di suatu siang
musim dingin
pada runtuhan kotamu
kamu berkumpul
mendengar kalau ada
perubahan
menghiburkan tiap kalbu.

Kau telah berhenti bertanya
melihat dan mengikut pada
firasat
kau seperti daun-daun kering
tertiup angin ke mana-mana.

Dari dulu kau tak ada pendapat
jadi, usah ditanya
tak ada jawaban.
Ternyata kau masih hidup
di tengah kemelut perang.

Aleppo,
kau orang kecil
sekalipun kau ingin melindungimu
ternyata gagal
kau terperonyok di tengah kota.

Suara hatimu bertanya
bila perang ini usai
ke mana kami selepas ini?
Adakah perubahan pada
langit Aleppo?
Memandang ke atas
tenggelam dalam doa-doa
orang-orang tersiksa.

Nilai
Disember 2016


Perubahan Alam Dan Firasat (Kumpulan Puisi Indah)*

Melihatmu di atas pentas
mengucang-ucang dengan tongkat
dari mulutmu menyembur bara api
membakar kedamaian suatu siang.

Kamu tak berhenti
sekalipun akhirnya kau tertusuk
tombak-tombakmu sendiri
di sepanjang jalan.

Ke mana pun kau pergi
membawa berita kemusnahan
kehancuran dan maut
sambil menambur benih khianat.

Tak pernah kamu
mengambil ikthibar
peringatan dan isyarat
perubahan alam dan firasat.

Nilai
Disember 2016


Saturday, 17 December 2016

Selamat Tinggal Malam-Malam Derhaka 9Kumpulan Puisi Indah)*

Langit malam mengumpul cerita
mengirim rahsianya jauh 
di cakerawala.

Kegelisahan memburumu 
hingga ke hujung malam
ribut dari utara turun
seperti menggulung lantai bumimu.

Jalan luka dari rimba 
ke pelabuhan damai
lagu-lagu silam tertindih
pada halaman sejarahmu.

Pintu samawi telah
mengingatkan tentang
purnama pada malam.

Selamat tinggal 
malam-malam derhaka
biarkan air gunung mematikan
api permusuhan di rimba kalbumu.

Nilai
Disember 2016

*Dikirim untuk siaran KST 30 Disember 2016

Pada Siang Musim Semi (Kumpulan Puisi Menentang Kekerasan)*

Jauh di pulau-pulau
mendung di langitmu
pantaimu bergelombang
ngerang suara terbawa
angin melintasi laut
pada daratan tanah seberang.

Kegelisahan rimbamu
dan kedamaian tanah leluhur
terancam dalam kemelut perang
kamu terkepung dalam genta
kegelapan dan jalan keluar
makin ngeri dan terdorong
di jalan-jalan mati.

Kekerasan dan perang
telah membantai bangsamu
berkurun dan kau melangkah
di tanah ranjau demi
perjalanan memburu
kerdip cahaya siang gemilang.

Gendang perang bergema
sekali lagi malam panjang
turun di kepulauan ini
burung-burung damai
terbang
suara-suara anak peribumi
jatuh korban.

Dalam kalbu
kau ingin menghirup udara damai
sebagai penyelamat bangsamu
kesedaran itu membawamu
pada siang musim semi.

Nilai
Disember 2016





Friday, 16 December 2016

Pengungsi Aleppo Timur (Syria)*

Di dataran luas kau dibuatkan tenda
pengungsi dari kota yang musnah
memandang langit musim dingin
tanpa menoleh serpihan kalbumu tertinggal.

Berapa lama kau akan berada di sini
tak pernah kau fikirkan
langit seperti kelihatan kehilangan
kicauan burung pagi.

Dalam mimpi malam-malam keliru
mengharapkan damai datang dengan
musim bunga tahun baru
keresahan menggelapkan impianmu.

Nilai
Disember




Aleppo Timur *(Syria)(HE)

Usah bertanya telah berapa lama
kota ini terkepung
kemudian satu siang tenang
masih di musim dingin
kamu melihat, bukan keramaian
tapi, Aleppo Timur
seperti dikosongkan
satu karavan manusia
yang terperuk dalam
kemelut perang
keluar mencari suaka.

Melihat runtuhan
bangunanmu di kota ini
musnah dan
rakyat kecil terjerat
dalam lingkaran setan.
Hentikan penderitaan ini
bumi telah cukup menderita
gema suaramu makin kecil
dan otot-ototmu makin lemah
menunggu datangnya
siang yang murni.

Aleppo Timur hari ini
kau tampak seperti warga tua
renta yang terseret dalam kanca
perang yang tak ada penyelesaian
kepahitan ini akan tinggal
menjadi mimpi-mimpi buruk
di halaman sejarah bangsamu.

Tiap penjuru dan dinding
ada artifak dan grafiti
jenayah kemanusiaan
yang tak dapat dihilangkan.
Kau menanggung kesakitan ini
beberapa generasi mendatang.
Ketika langit kedamaian tersingkap
kau tak akan melepaskannya.

Keselamatan bangsamu
kembali pada perundingan
dan keadilan sejagat.
Kemelaratanmu tak akan
menggelapkan matamu
melihat cahaya samawi
dan menyerapkannya dalam
dirimu
lalu menjadi kekuatan
dan pembela bangsamu
berdiri kembali sebagai
bangsa merdeka
dari belenggu dan agen kegelapan.

Nilai
Disember 2016

*disiarkan oleh akhbar Harian Ekspress 18 Disember 2016




Anak Berjalan Kembali ke Tengah Kota Aleppo (Syria)(UB)*

Seorang anak mencari ibunya
ia tak ingat sudah berapa lama
tapi ia masih mengharapkan
suatu hari ia akan bertemunya.

Berita kotanya telah dibebaskan
telah menjadi percakapan
matanya berkilat kerana
yang tak mungkin pasti terjadi.

Siang itu ia keluar seperti matari
langkahnya berani dan waspada
perpisahan dengan orang tuanya
mimpi buruk malam-malam jahanam.

Ia menatap tiap wajah
atau orang-orang lalu
pengungsi yang meneruskan
langkah kakinya
penghuni kota yang bingung
mundar-mandir
di bawah runtuhan kota sendiri.

Anak ini sampai di pinggir kota
tapi yang dicarinya tak ketemu
matari telah condong
tabir malam akan turun
dengan kaki longlai ia
berjalan kembali ke tengah kota.

Nilai
Disember 2016
*Disiarkan Utusan Borneo 25 Disember 2016

Aleppo, Esok, Langitmu Biru (Syria)(UB)*

Ke mana kamu selepas ini
pertanyaan seperti ombak
tak sabar menghempas
daratan damai.

Seperti serangga meninggalkan
sarang
keluar mencari harapan
dataran baru.

Doa-doa memohon
samawi melepaskanmu
dari belenggu kekejaman
tombak-tombak maut.
Kota Aleppo
biar berdenyut
dan matarimu bersinar
kembali.

Dalam dirimu
seribu pertanyaan tak terjawab
merelakan gundah malammu
bergolek sampai ke langit fajar.

Kota Aleppo telah
musnah
tapi penghuninya
tak akan membiarkan jiwanya
ikut musnah
esok, langitmu biru
tunas baru tumbuh
di bawah runtuhan
kota peradaban ini.

Nilai
Disember 2016

*Disiarkan UB 25 Disember 2016

Thursday, 15 December 2016

Anak-Anak Aleppo (Syria)*

Siang panjangkah ini?
anak-anak Aleppo keluar
dari runtuhan bangunan
matanya melihat pada
orang-orang berjalan
tergesa-gesa dan mata
menunduk.

Kota Aleppo seperti
hidup kembali
Daesh menghilang dalam
lubuknya sendiri
penghuni Aleppo
menafsirkan tiap berita.

Kedamaian bererti
anak-anak Aleppo
selamat keluar bermain
selamat dari kelaparan
dan maut.

Siang panjangkah ini?
berapa lama langit dan bumi
dapat bertahan dari bom
dan grenade
mayat-mayat yang membusuk
dan jenayah kemanusiaan?

Anak-anak Aleppo
kehilangan
mereka tumbuh sendiri.
Malam panjang telah
meragut kota Aleppo
dalam kanca perang.

Aleppo kehilangan kasih
impian pada langit biru
dan hidup damai.
Anak-anak Aleppo
peninggalan kekejaman
perang alaf 21.

Nilai
Disember 2016


Aleppo, Raih Hidup Kembali (Syria)(UB)*

Langitmu bertukar wajah
keindahan kotamu ranap
jiwamu bertarung dalam 
jerebu maut.

Kini seperti sinar matari
menyingkap tabir siang 
dari runtuhan bangunan
muncul tubuh-tubuh
orang kecil yang terperangkap.

Jalan-jalan kota kelabu
berdatangan wajah-wajah lesu
berjalan tanpa arah
udara dingin masih
berlinggar dalam udara.

Aleppo
rindumu pada kedamaian
penghuni berpergian
kau seperti kehilangan ingatan
bumimu telah lelah
menyimpan kisah-kisah
kemanusiaan yang menunggu
pendengar.

Apakah deritamu telah berakhir?
Yang kau inginkan 
menyedut udara bebas
kedamaian di langitmu
dan bumimu hidup kembali.

Kalau ini adalah hukuman
cukuplah dalam perhitungan waktu
Aleppo,
kuatkan azammu
meraih hidup dari terdorong
ke dalam gaung maut.

Nilai
Disember 2016

*Disiarkan Utusan Borneo 25 Disember 2016




Persaudaraan Dan Kasih Sayang (Kumpulan Puisi Menentang Isis Dan kekerasan)

Kamu telah memasuki taman larangan itu
kedatanganmu dengan seribu dendam amarah
tanpa mempedulikan gerak-gerak langit
memusnahkan segala-gala kamu lihat.

Suaramu makin lantang dan retorika
lalu menyerbu dan membakar kedamaian
sedikitpun tak ada ketakutan dalam dirimu
panah-panah malam turun pada sasaran.

Pada matamu tak ada keindahan dan kasih
kamu masih memilih jalan kekerasan
dan meniup api permusuhan tiap penjuru
tanpa kesal tanganmu telah melukai kemanusiaan.

Peganglah kedamaian sekalipun kamu
terpaksa mengorbankan jalan ke arah itu
tidak ada penyesalan kembali 
persaudaraan dan kasih sayang.

Nilai
Disember 2016



Wednesday, 14 December 2016

Malam-Malam Derhaka (Kumpulan Puisi Menentang ISIS Dan Kekerasan)

Apalagi yang ingin mereka lakukan selepas ini
bara api dalam kalbu  masih meluap tak puas
amarahnya gunung berapi ingin melutus
selama ini kemahuannya tak sampai.

Tiap air kebaikan turun di tanah kering
menumbuhkan tunas baru membuahkan
yang manis dan terpilih
sekalipun ada bersembunyi dalam gelap.

Rencana jahat di malam-malam derhaka
tak akan berputik hanya buih di laut berombak
tapi tetap gegabah dan berhelah dengan siasah
permainan di lapangan ria dan riak.


Nilai
Disember 2016

Tuesday, 13 December 2016

Jalan Kemenangan (Kumpulan Puisi Menentang ISIS Dan kekerasan)*

Kekerasan tak akan merubah kalbu
menukar iman dan keyakinan ini
kecantikan cahaya kebenaran
tak akan pudar sampai akhir zaman.

Kejahatan yang kamu lakukan
samasekali tak akan menukar
purnama menjadi kegelapan
pada malam gerhana.

Kamu hanya mendorong dirimu
pada lubang dalam yang kamu
ciptakan sendiri ketika kegilaanmu
tak terkawal.

Kebenaran tak akan dapat diconteng
suatu bangsa beradab tak akan terjebak
ikut dalama permainanmu
keadilan damai itu, jalan kemenangan.

Nilai
Disember 2016



Monday, 12 December 2016

Golongan Eksterim (Rohingya)*


Ketika langit purnama kau conteng
halaman rimba dibakar hanggus
gema suara mengetuk pintu samawi
perundingan menemukan jalan mati.

Kasih sayang telah menjadi hambar
kamu melihat jiranmu binatang buruan
dan tak memilih usia, jantina, waktu
mata kapakmu siap membunuh.

Rintihan dan penderitaan mangsamu
tak akan menghentikanmu mendera
kata-kata biadap dan retorika
menggayang sepuas-puasnya.

Kebencian telah menjadi api buas
kamu menjadi sadis dan algojo
penyerangan massa didalangi
golongan ekstremis bertopeng agama.

Nilai
Disember 2016

Hentikan Kekerasan (Syria)*

Kamu telah melihatkan pada dunia
kehebatanmu sebenarnya hanya
sebuah pamer dan keributan
Lidahmu lancang mengobarkan
kebodohan dan bohong.

Kecintaanmu sebenarnya kulit luaran
dalam jiwamu tak ada sedikit pun
ketakutan pada samawi
malah kamu terus mencipta
keributan yang mengerakkan
hati nurainimu tenggelam dalam kegelapan.

Katamu, demi kasih dan
anak bangsa lalu
kamu berkeliaran seperti
binatang jalang dan buas
menerkam dan membunuh
mangsa kebenaran.

Kamu makin galak
dan haus darah
senjatamu dendam kesumat
dan merelakan dirimu
terjebak dalam Jenayah Kemanusiaan.

Hentikan kekerasan
dan permusuhan yang kamu ciptakan
perosak ummah dan
kemanusiaan sejagat.

Nilai
Disember 2016

Tangis Doa Rohingnya (Rohingya) *

Seteru kekerasan telah mara
dengan seribu massa
menyerbu dengan lontaran
batu dan das tembakan
gema suara berpadu
mengancam dan
tanpa peduli keamanan.
Penghuni masjid
bertarung menghalang
gerakan derhaka
komplot durjana
nafsu galaknya tak bisa
dihadang dan mereka sudah
nekad ingin membuat kerusuhan
dan Jenayah Kemanusiaan.

Jelas kedatangan mereka
bukan untuk berdamai dan
perundingan.
Api dendam amarah
dari lidah
dan kegilaan telah sampai
ke puncaknya.
Membakar dan memusnahkan
dan mencari target
korban kebencian mereka.

Mereka tak mempedulikan
ia adalah bangunan masjid
dan ancaman itu sampai
titik, biar gedung ini menjadi
abu dan
membunuh sekali ahli suffah
dan sesiapa saja.

Penderitaanmu ini telah
membuka pintu samawi
dan menjawab tangis doa
mereka yang teraniaya.

Nilai
Disember 2016

Rohingya, Kemenanganmu Adalah Takdir (Rohingya)*

Langit dan Bumi Nusantara
bagai dipukul bertalu-talu
samawi mengirimkan malaikat
turun menjadi pelindungmu, Rohingya.
Dendam amarah Myanmar
biksu Ashin Wirahtu turun tangan
meniup api kebencian di tanah Arakan
maut berjatuhan
kegilaan tanpa sempadan.

Aung San Suu Kyi berselindung
di sebalik mimpi
ingin meraih mahkota kemenangan
tampuk pimpinan bangsanya.
Ketika kezaliman Rohingya
memuncak di bumi Myanmar
ia pejamkan mata dan diam
melihat jenayah kemanusiaan
atas Rohingya tanpa berkata.

Kejahatanmu telah
melangkau Nusantara dan dunia
derita Rohingya
pencabulan hak asasi
pemerkosaan wanitamu
pembunuhan sadis
telah membuka pintu solidaritas
persaudaraan sejagat
mengutuk perbuatan durjana
dan khianat ini,

Arakan o Arakan
kau dalam mimpi  Rohingya
hidup dalam jiwa anak-anak Rohingya
kedamaian kalbu Rohingya
ketika dirimu bebas dari
kekejaman dan penindasan.

Musuh-musuhmu akan kalah
kerana kesabaranmu adalah kekuatan
ketika disatukan dengan doa-doa
golongan yang dizalimi,
akan mengoncang  pintu samawi
dan kemalaratan dan maut menjadikanmu
bangsa yang bebas dari dendam kesumat.

Tidakkah pemimpin Myanmar malu
melihat keburukan bangsanya
membasahi tangan dengan darah Rohingya
dan membiarkan wajah-wajah celaka
bermaharajalela dalam kegilaan
Jenayah Kemanusiaan ini.

Komuniti Antarabangsa menyaksikan
Jenayah Kemanusiaan ini.
Kamu tak akan dapat berselindung
dari malam panjangmu.
Ketika PPB melindungi Etnik Rohingya
dan Mahkamah Keadilan Dunia bertindak
Myanmar bergelut dalam banjir lumpur sendiri.

Rohingya, Rohingya
Rohingya, Rohingya

Kesengsaraanmu akan membinamu menjadi kuat
di bumi dan langit mana sekalipun kamu berada
Arakan tetap dalam jiwa ragamu
kasih sayangmu akan memelihara dan pelindung
generasi Rohingya akan datang.
Esok bulan purnama muncul di Arakan
dan mimpi-mimpimu menjadi benar
kejahatan dan Jenayah Kemanusian tak akan
bertahan dan musuh-musuhmu kehilangan
landasan berpijak di bawah langit biru.
Gerhana berlabuh di bumi Myanmar
kegilaannya tunduk pada keadilan dan damai.

Rohingya, kemenanganmu adalah takdir
membalas kekerasan dan maut bukan senjatamu
biar wajah-wajah Rohingya senantiasa senyum
dan malam-malammu berhibur dan
memanggil Tuhan di Singgahsana dengan
lafaz-lafaz kasih dan rindu dalam himpunan
doa-doa tawajuh.

Nilai
Disember 2016











Sunday, 11 December 2016

Lafazkan (Kumpulan Puisi Indah)*

Lafazkan kerana kata-kata tak pernah
melukai yang mendengarkannya
ia begitu lunak dan menggetarkan
kalbu yang ingin  mendengar.

Suaramu hidup abadi seperti air
pelepas dahaga dalam musim kering
perubahan musim ada syafaat
pada musafir pulang ke riba-Mu.

Samawi menurunkan kasih
pada bumi yang ketandusan
panah-panah malam hadir
dalam tiap kata-kata.

Tiap pendakian pada gunung bertahan
menyingkap pengorbanan silam
kebenaran kata-katamu tak akan
musnah dan hanggus dimakan waktu.

Nilai
Disember 2016



Siang Yang Khianat (Rohingya)*

Kedatanganmu suatu siang bukan sebagai tamu
wajah-wajah berang dan bukan bersahabat
masuk ke halaman menerja dan mendera
seperti membongkar rimba sampai ke akar.

Walaupun kebenaran kata-katamu
dari kalbu yang kasih dan tawajuh
tuduhan-tuduhan bagai tombak-tombak
yang dilontarkan dari mulut celaru.

Siang yang khianat
penghuni rumah dibawa pergi
tangan digari dan kepala menunduk
meninggalkan halaman ke destinasi tak beralamat.

Di sini hak dirimu telanjang
suaramu didiamkan
kamu tak ada pilihan
bila berdepan dengan algojo.

Nilai
Disember 2016

Hijrah (Rohingya)*

Tak pernah kamu mimpikan
hari ini di tanah asing terlantar
menunggu tuah dan kasih
setelah kamu bertarung meninggalkan
tanah leluhur.

Kamu memburu kerdip cahaya
perjalanan panjang tak menentu
merangkak dalam kegelapan pekat
dilambung gelombang mencari pelabuhan
damai.

Mereka mencipta kebencian terhadapmu
sibuk menabur fitnah dari lidah
dan amarahnya melangkah langit
tak berhenti, impian jahatnya terus
menghukum dan memimpikan syurga.

Di tanah penungguan
kamu berdoa sebagai golongan
yang dizalimi
ketika kamu memilih jalan ini
kerana keselamatanmu tak terjamin
di tanah leluhur.

Nilai
Disember 2016

Suaka (Syria)*

Ketika ratapan dan derita suaramu
tak didengar dan penderamu makin
bernafsu dan api fitnah khianat menjadi
nafas pemburumu
lalu kau berhenti bercerita dan
meninggalkan bumi leluhurmu
menjauh dari siasah jahat.

Kau melihat perbatasan seperti
tak terjangkau
tanganmu melambai angin
meraih kasih di tanah seberang.

Di khemah pelarian
matamu mencari sinar
di langit mendung
ke mana setelah ini
di bawa arus lautan
tersesat di pergunungan salji
memburu mata angin
atau terporok di tanah lumpur.

Penantian panjang
kebimbangan merimbun
dalam mimpi dan impian
suatu hari menunggu
datang panggilan
melangkah benua baru

Nilai
Disember 2016




Saturday, 10 December 2016

Persaudaraan Dan Kasih Sayang (Rohingya)*

Saudaraku memandang langit
mencium bumi lalu meninggalkan
kampung halaman
tanah leluhur, tanah air.

Saudaraku berdoa sebelum 
memulai perjalanan jauh
merintasi benua berlenggang
dengan gelombang
mendaki gunung salji
berjemur di bawah matahari saga
maut datang seperti panahan petir
mengena sasaran.

Saudaraku mencari daratan damai
pulau jauh di lautan teduh
gunung bertahan tempat berlindung
memeluk rimba yang kasih.

Saudaraku, wajah pendatang malam
pada saudaramu Ansar
pintumu senantiasa terbuka
meraihmu dengan kasih
dan menjamumu 
dan menyiapkan ranjang
tempat beristirehat malam itu.

Saudaraku, yang tak bernama
dan berwajah manis
pelayanan ala kadar
demi kemanusiaan sejagat
persaudaraan dan kasih sayang.

Nilai
Disember 2016

Kedamaian Abadi Hak Rohingya (Rohingya)*

Di mana pun di pojok dunia
langit luas bumi leluhur
kekuatan dan pengaruh kamu
tak akan mempermainkan
golongan kecil lalu menggerakkan
roda kehidupan seperti bumi persada ini
hanya pemukimnya kamu.

Ketika keberanianmu menjadi api
membakar dan memusnahkan
nasib dan masa depan Rohingya
kamu conteng dan kezaliman
beramai-ramai meniupkan api
ke tanah Arakan.

Kamu membakar rumah Rohingya
mencekik leher anak dan wanita
tubuh-tubuh Rohingya hanggus
kehormatan gadis Rohingya
kamu cabuli
dan kejahatan-kejahatan tak ada batas.

Kamu bertindak algojo
tanpa ada kasih dan ketakutan
pada hari esok yang menanti
Kamu yang melihat dan menyaksikan
peristiwa tragik ini
tak berkata apa-apa malah
mengiyahkan kebiadapan bangsamu.

Tidakkah kamu melihat akan datang
gempa yang dahsyat melanda
bumi Myanmar.
Mengapa kamu tak menyelesaikan
segalanya di meja kedamaian?
Jalan sederhana yang terbaik
bagi bangsa beradab.

Kalau kamu ingin melihat
kedamaian abadi
menerima Rohingya dan
memberikan haknya.

Nilai
Disember 2016


Golongan Minoriti Rohingya (Rohingya)*

Golongan Minoriti Rohingya
tetap dipelindungi
langit dan buminya
rimba dan halaman rumah
kamu tak berhak menuntut
yang bukan hak dan apa lagi
menzalimi kerana ia sedikit
berbeda pandang dan kepercayaan.

Kamu diperingatkan
hadirnya panah-panah malam
turun
amarah dan tindakan licikmu
tak akan pernah melukai tubuh
sebuah kebenaran dan
samawi tak akan membiarkan
pelakuan majnun ini
harus berhenti.

Ketika kamu memperkosai
Golongan Minoriti Rohingya
alam pun mencari sasaran
perubahan musim datang
amaran
api kekerasan akan redah
kedamaian di bumi Arakan.

Nilai
Disember 2016


Jenayah Kemanusiaan Atas Rohingya (Rohingya)*

Kami tak merelakan gelombang
jenayah kemanusiaan menghempas
daratan Nusantara dan menconteng
kedamaian bumi damai ini dan
menjadi ranjau di halaman rumah
Nusantara adalah bumi beradab
dan persaudaraan kukuh.

Ketika kamu terjebak kegilaan
para pandit di wilayah Rakhine
dan memilih jalan kekerasan
menghapuskan etnik Rohingya
Kami tak akan berdiam diri
Kami tak akan membiarkan
jenayah kemanusiaan di
bumi Nusantara.

Kerosakan dan kemusnahan
kamu timpakan kerana
ia seorang Rohingya
dan mendera siang dan malam
memburu dan membunuh
kamu tak pedulikan
kemarahan komuniti  antarabangsa.

Pemimpinmu membiarkan
kejahatan di bumi Myanmar
api terus membakar dan
mengorbankan Rohingya
dan melakukan apa saja
kegilaanmu tanpa batas adab
kemanusiaan.
Siasah burukmu tak akan
Nusantara membiarkan langitnya
tercemar dan buminya dibakar
jenayah kemanusiaan.

Nilai
Disember 2016



Friday, 9 December 2016

Kita Harus Sepakat Membela Rohingya (Rohingya)*

Arakan aku telah dipaksa meninggalkanmu
memandang langitmu kali terakhir
melangkahi sempadan tanpa tau
bila akan kembali ke bumi leluhur.

Tiap kali pertanyaan itu mencuat
ke permukaan aku kelelahan menjawabnya
yang pasti memang hidup dan juang
membebaskan diri dari malam panjang.

Penderitaan  Rohingya telah kamu dengar
musuh-musuhnya makin buas
pembersihan etnik Rohingya di bumi Arakan
kejahatan telah merebak seperti api tak terkawal.

Pembelaan dan perlindungan
Rohingya, jangan terlambat
kita harus sepakat memberhentikan
kejahatan regim Myanmar atas Rohingya.

Nilai
Disember 2016

Pesan Ma Rohingya (Rohingya)*

Apa yang ingin ma sampaikan
padamu Nak?
tiada selain mimpimu
tentang Arakan tak akan pernah
musnah
sekalipun penderitaanmu
mendorongmu ke penjuru
kamu, samasekali tidak akan melupakan
bumi leluhur dan dirimu Rohingya.

Ketika kamu telah dewasa dan
berkeluarga, ini pesan ma
kamu sampaikan pada anakmu.
Mimpi arakan biar tetap segar
dalam kalbumu.
Dan mereka tak akan bisa
merebut mahkota ini.
Kasihmu pada bumi leluhur
hidup abadi sepanjang zaman.

Di mana pun kamu berada
kamu tetap Rohingya dan
seorang muslim.
Sebagai Rohingya
cinta pada perdamaian
bukan satu jenayah.

Seribu kali mereka menzalimmu
kamu tak akan berganjak sebagai
Rohingya.
Mereka menyayat tubuhmu
tapi kalbumu tetap Rohingya
kesabaranmu akan mengalahkan
musuhmu.

Nilai
Disember 2016

Thursday, 8 December 2016

Gema Suara Rohingya Menganggu Tidurmu (Rohingya)*

Puisi-puisi ini lahir
seperti bumi yang tersentuh
air hujan dalam kalbu penyair
kata-kata yang membina kalimat
menjadi gema suara pabila melihat
kezaliman pada tindakan lalu
berjatuhan tubuh-tubuh dan mayat
tak berwajah, terbakar hanggus.

Kegilaan yang tak terkawal
membuka halaman sejarah hitam
dan akan tinggal dan terpahat
pada dinding-dinding bangsamu
satu pengkhianat atas nama bangsa
menjadi laknat di malam panjang.

Gema suara Rohingya
telah menganggu tidur saudaramu
dalam doa-doa tengah malam
telah mengerakkan hati nuranini
panah-panah langit turun
pada sasaran.

Puisi-puisi ini ditulis
atas solidaritas kemanusiaan sejagat
kezaliman harus berhenti
Myanmar, kamu harus mendengar
suara hatimu
dan kembali pada kedamaian
itu, keselamatan yang terjamin
pada bangsa yang beradab.


Nur Yang Bersimbah, Rohingya (Rohingya)*

Ketika ummah dizalimi
kau mencari perlindungan
pada langit dan gelombang lautan
menyeberangi sempadan
mencari suaka.

Malammu menjadi panjang
dan siangmu dalam ketakutan
di hujung jalan itu mungkin
bersembunyi soldadu Myanmar.

Tiap simpang dan lereng bukit
alir sungai dan lembah hijau
dan pohon-pohon rimba telah
membuka jalan Rohingya bersembunyi.

Langit meminjamkan bulan dan
matari pabila kamu dalam ketakutan
mimpi rohingya hidup
kedamaian Arakan  gunung tak runtuh
rimbamu adalah jiwa berpaut
pada panah-panah malam
nur yang bersimbah dalam
hidup rohingya.

Nilai
Disember 2016


Tuesday, 6 December 2016

Mimpi Anak Rohingya (Rohingya)*

Sejak terakhir
anak Rohingya ini
didatangi mimpi
kepulangan mereka
ke tanah Arakan.

Ia melihat
Arakan bertahan
dari segala musim
rimbanya masih perkasa
gema suara
memanggilnya pulang
sungainya tetap mengalir.

Kehijauan desa dan
langitnya tetap mesra
bau buminya, utuh
airnya dingin
kerinduan Rohingya
hidup dalam mimpi.

Kota-kotamu
melambaimu pulang
dan mimpi Rohingya
Arakan, tanah leluhur
abadi.

Mimpi anak Rohingya
hidup sepanjang zaman.

Nilai
Disember 2016


Doa-doa Rohingya (Rohingya)*

Kau melihat duka lara Rohingya
langit kalbumu menitis di lantai
kemanusiaan
penderitaanmu telah mengetuk
pintu nilai sejagat
kekerasan dan dendam akan gagal.

Selama ini Myanmar
di sudut penjuru sendiri
ketika kau diterima
hidup berbangsa
di rantau nusantara
dalam satu malam
kau merobek layar
kemanusiaan sejagat
menzalimi Rohingya.

Demonstrasi hari ini
persaudaraan ummah
tiap bangsa punya hak hidup
Rohingya, kau warga dunia
dan bangsa  cinta pada kedamaian.

Jauh di bumi Rohingya
suara-suaramu menjadi buruan
ketika tubuhmu dizalimi
kau tak pernah mengaduh
api yang membakar
tubuh Rohingya menjadi dingin.

Rohingya,
kebijaksanaanmu adalah
kekuatan
dan doa-doa kalbu
orang yang teraniaya.


Nilai
Disember 2016

Rohingya, Rohingya (Antologi Kemanusiaan Rohingya 2017)*

Mereka seperti melupakan sejarah
kebencian dan penghapusan ethnik
hujungnya adalah kekalahan dan
tunduk pada kedamaian.

Ketika kegelapan menutupi
pandanganmu, Rohingya
mimpi-mimpi buruk datang
dalam tidurmu.

Mereka memilih kezaliman
dan kejahatan berada
pada puncak.
Massa digerakkan
Rohingya, hakmu dirampas.

Satu bangsa yang
beradab
bertukar wajah pada satu malam
pemburu maut
di lorong-lorong kota
di desa-desa Arakan
menzalimi  Rohingya.

Kau diperingatkan
tak selamanya kau
berada di atas
membakar musuh-musuhmu
merogol wanita Rohingya
menyiksa sampai menyeberang
sempadan.

Rohingya, Rohingya
solidaritas langit dan bumi
satu rasa dan satu bantahan
Regim Myanmar,
hentikan kegilaaan ini
kembali pada kedamaian.

Nusantara tak akan berdiam
PBB saksi kejahatanmu
aung san suu kyi,
melihat keburukan bangsanya
dan menyepi.

Rohingya, Rohingya
kesabaranmu mengalahkan
kebuasan Rakhine
dan pendeta-pendeta dirinya
sebenarnya hewan
ratapan Rohingya di malam panjang
telah bersambut.
Rohingya, kau tak sendiri.

Nilai
Disember 2016

*Tertibkan dalam Antologi Puisi Kemanusiaan Rohingya 2017 diselenggarakan oleh Hasyuda dan Jasni Matlani.




Langit Merah Di Bumi Rohingya (Rohingya)*

Myanmar,
para pendeta turun
sebagai penabur fitnah
maut memburu Rohingya
Arakan, dalam kepayahan
kau bertahan
kemanusiaan  terseret dalam
lumpur Rakhine.

Mereka ingin  mematikan suaramu
dan menghilangkan jejak di bumi
leluhurmu.
Kegilaan ini tanpa ampun
kezaliman bertahta
ditubuh-tubuh Rohingya
wanitamu dicabul
mayat berjatuhan dalam
rumahmu.

Raksasa haus darah
keganasan ini
merubah Myanmar
kau telah
mencipta mimpi-mimpi gerun
penderitaan Rohingya
telah mengetuk pintu
kemanusiaan sejagat.

Bangsa-bangsa beradab
mengingatkan
siasahmu membawa
kehancuran
suara majoritasmu
hanya membina tembok-tembok
aung san suu kyi
kehilangan kata landasan
berpijak.

Ektremis ashin wirathu
pendeta Budha
menyalakan api
tiap halaman Rohingya
bumimu bergolak
sempadanmu menjadi panjang.

Rohingya,
langit dan bumi telah
menghidupkan mimpi
dan harapanmu
sejarah perjuangan
dan
penderitaanmu
menyingkap tabir samawi.

Nilai
Disember 2016







Monday, 5 December 2016

Rohingya, Mimpi Kemenanganmu (Antologi Puisi Kemanusiaan Rohingya 2017)*

Jangan kamu
berhenti dari bermimpi
gema suara-suara Rohingya
tak akan hilang ditelan
api amarah durjana.
Walaupun layar kedamaian ini
bagai kain yang robek
luka-luka Rohingya makin parah.

Kemanusiaan seperti
permainan siasah
dan tukang sulap
maut Rohingya berjatuhan
di bumi Myanmar.
Kata-kata mereka
telah menjadi pedang
yang membunuh
di siang yang celaka.

Rohingya, Rohingya
api dendam dan khianat mereka
usah membunuh
mimpi kemenanganmu.
Bebaskan
dirimu dari malam-malam
derhaka dan pembalasan dendam
perjuanganmu tak berhenti di sini
kerana kedamaian itu adalah
air yang mengalahkan kezaliman.

Nilai
2016
*Diteribitkan dalam Antologi Puisi Kemanusiaan Rohingya 2017 diselenggarakan oleh Hasyuda dan Jasni Matlani.



Kuntum-kuntum Harapan, Rohingya (Rohingya)*

Kau menjalin cintamu pada langit
kuntum-kuntum harapan turun
menyimbah bumi leluhur
kekalahan ribuan tahun tertebus.

Jalan lurus membawamu
pada kemenangan abadi
janji-janji yang termaktub
pada-Mu musafir berteduh.

Rohingya, terjangmu tak kendur
pada malam durjana
siang yang parah
musuhmu masih bertualang.

Kasyaf di siang benderang
mimpi-mimpi bulan purnama
kedamaian kalbu yang reda
mata meredup doa orang dizalimi.

Nilai
Disember 2016





Wednesday, 30 November 2016

Mimpi Rohingya (Rohingya)*

Gempa gempur siasahmu
menconteng sejarah bangsamu
Myanmar, kemanusiaan terkoyak
para pendita turun lapangan
membacakan mantara ke telingamu
menjadi seteru kebencian.

Rohingya, bukan kekalahan
ketika kejahatan memuncak
kau bertahan pada kesabaran
mereka ingin meriebut  tanah
di bawah telapak kakimu.

Kebencian tak akan bertahan
air dari gunung telah turun
isyarat langit kekuatan
tak terkalahkan.

Kesakitanmu pasti berakhir
tanah Arakan yang gemilang
hidup dalam mimpi Rohingya
kemenangan anak bangsamu
perjuangan hayat dan
kebenaran yang tak akan
bisa mereka diamkan.

Nilai
Disember 2016



Friday, 25 November 2016

Air Mata Rohingya (Rohingya)*

Rohingya,
Kau adalah gunung kurnia
bumi melindungimu
langit mampan dan lautan
halamanmu berteduh.

Ketika kau diburu
alam menjadi tembuk
mengabui mata pemburumu
sungai-sungai membawamu
lembah damai.

Arakan melambaimu
kau bukan sendiri
penderamu kehilangan jejak
ketenanganmu telah tergugat
kau terbuang dari tanah leluhur.

Pendita Ashin Wirathu,
dari mulutnya
kebohongan dan api membakar
dan gelap mata
tapi ia diam dan merelakan
kerosakan dan pembunuhan
Rohingya di siang jerebu.

Aung San Suu Kyi
menconteng langit kedamaian
dan membuka pintu
datangnya kegelapan panjang
Myanmar, bumi menyaksikan
kebiadapan dan maut
padamu Rohingya.

Myanmar, kau melepaskan
raksasa di angkasaraya
dan tanah-tanah Rohingya
kau masih buta
demi waktu, malapertaka
kau ciptakan menjadi
tombak-tombak menusuk
pulang ke dirimu.

Nilai
November 2016

Gema Suaramu, Rohingya (Rohingya)*

Rohingya,
Gema suaramu telah telah melewati sempadan
kami mendengarkan lagu penderitaanmu
hingga ke dalam mimpi malam-malam buruan
bagai sembilu tajam yang menghiris-hiris kalbumu.

Ketika peradaban bangsa runtuh kerana
dendam amarah dan kejahatanmu makin buas
kegilaan yang tak terkawal telah
nanti akan menghukum dirimu sendiri.

Rohingya, kesabaranmu adalah samawi
kecemburuannya tak akan merelakan
kebiadaban dan kezaliman musuh-musuhmu
melantun sebagai boomerang memusnahkan tuannya.









Thursday, 24 November 2016

Rohingya, Meraih Kasih Saudara Ansar(HE)(Rohingya)*

Rohingya, tak usah kau gusar
sekalipun mereka ingin menghiris sukmamu
malam durjana ini akan berakhir
dan kedamaian kembali ke rimba Arakan.

Kemenangan anak bangsamu
hidup dalam jiwamu sejak kau lahir
dan kau akan bertahan sepanjang kurun
kejahatan akan kehilangan landasan.

Biar cintamu merangkum seluas benua
kasih sayangmu akan menghapuskan api dendam
ketika matahari musim semi di ufuk samawi
kemenanganmu sebagai bangsa merdeka.

Biar airmatamu menitis dalam sujud dan doamu
kata-kata dan tindakanmu tak akan membalas
siasah khianat yang memisahkanmu
kerana kau akan berdiri di lahan kedamaian.

Ketika kezaliman turun sebagai wabak
kau telah menyeberangi sempadan
sebagai muhajirin datang berhijrah
dan meraih kasih dari saudara Ansar.

Kuala Lumpur
2015

*Disiarkan Harian Ekspress 25 Disember 2016

Rohingya, Kesabaranmu (HE) (Rohingya)*


Keramaian desa-desamu dalam satu malam
berubah wajah seperti halaman yang ditinggalkan
kau tak melihat mata jiranmu ketika lalu
api amarah membakar tanah Arakan.

Kau telah membunuh mimpi-mimpi Rohingya
menyiksanya seperti haiwan buruan dan
jalan pulang telah ditutup dan kau
menjadi algojo yang paling kejam.

Rohingya, duka-laramu lambang kesabaran
semangat hidupmu tak akan dipadam
sejarah bangsamu dan persaudaraan sejagat
telah hidup dalam mimpi Rohingya anak-anak bangsa.

Kezaliman yang ditimpakan padamu
akan pulang kepada mereka
dan kemenangan yang diraih itu
hanya bertahan dalam waktu sedetik.

Rohingya, kesabaranmu akan melukai
musuh-musuhmu yang durjana
dan mereka tak akan bertahan
kerana bumi sendiri tak akan merelakan.

Nilai
Oktober 2016

*Disiarkan Harian Ekspress 27 November 2016





Rohingya, Ceritamu Belum Berakhir (Rohingya)*

Bumimu hanggus di siang hari
kau saksikan bagaimana kata-kata
menjadi puing-puing dan gema suaramu
makin jauh menyeberang sempadan.

Pabila kedamaian sukmamu terbang
mimpi Rohingya seperti abu di bawah
telapak kaki durjana di malam dendam
mengintai dari segala penjuru.

Kau berlari ke tanah sempadan
hutan khatulistiwa seperti melindungimu
sampai ke negeri sumur mata air
sesekali menoleh kalau jejakmu ditemukan.

Ketika gunung seperti telah tertawan
dan puncak kedamaian itu hampir kau capai
mereka memulangkanmu kembali ke dalam
jaringan musuhmu  menunggu dengan amarah murka.

Rohingya, kulihat bulanmu luka-luka dan
walaupun mereka ingin kau hanggus menjadi debu
gema penderitaanmu suara yang tak dapat
didiamkan atau dihilangkan dari sejarahmu.

Nilai

November 2016

*Dikirimkan untuk siaran Utusan Borneo 24 November 2016

Saturday, 6 August 2016

Firasat Di Musim Gelombang (Kumpulan Puisi Indah Antologi Menata Zaman)*

Barangkali firasatmu tak setajam mata pisau
menghiris sampai ke tulang belakang
ketika datang keputusan kau terima
kepala menunduk ujian musim gelombang.

Kesabaran adalah kekuatan menjadikan
bumimu pohon berpaut dan berlindung
di lubuk hatimu, kau cari kedamaian
seperti kembara menemukan arah dan tuju.

Kau mengagihkan kasih sayang samawi
tanpa menghiraukan resah lautan dan
gempa-gempa di bawah telapak kaki
langkahmu tetap dan tak gusar.

Kekayaan firasat mengalir turun
gunung bertahan dan tak berubah
di musim gelombang kau kembali
meraih kekuatan dalam Zikirullah.

Nilai
2016
* Terbit Antologi Puisi Hari Sastera ke 17, "Menata Zaman" diselenggarakan oleh Jasni Matlani dan Rusdi Awang.

Bertahan, Lembah Kesayangan (Kumpulan Puisi Indah)*

Kedamaian hutan jati telah terganggu
tanah dibongkar dan jerebu di muka bumi
burung-burung meninggalkanmu
sepi di pedalaman dan mimpinya hanggus.

Bertahan, lembah kesayangan
rimbunan hijau tanah leluhur
langit kemarau pasti berlalu
gunungmu tetap anggun.

Lalu kau akan rasakan
langit biru tersingkap dan
cahaya menari-nari di permukaan
danau kalbumu.

Seribu doa-doa yang terucap
dan menjadi pelindung pada
malam-malam lara dan menjadi
tembuk sempadan yang tak tergugat.

Suara Yang Mencari Sandaran (Kumpulan Puisi Indah)*

Beritamu tentang hujan turun tak
berhenti, bumi basah kuyup sampai
ke hulu hati.

Semalam air sungai turun dengan
kekuatan yang bukan alang-kepalang
tiap selokan tanah-tanah tebing telah
runtuh ke dalam sungai.

Kau belum dapat membaca alam
ketika datang perubahan kita hanya
dapat bersabar dan berdoa
kau tunggu cahaya siang datang
malam berbintang membawa berita
dan harapan.

Kau melihat dari jendela terbuka
kepala air menyerbu ke muara
dan suara-suara yang mencari
sandaran, tenggelam digulung air.

Laut Yang Menyimpan Rahsia (Kumpulan Puisi Indah)*

Kau mencari pantai benua baru
gelombang laut telah membawamu
jauh dari pelabuhan leluhur
dan kau lupa menghitung lamanya
pelayaran ini.

Ketika malam mimpi-mimpi silam
seperti diputarkan kembali
datang menghendap dalam
mata tuamu
matahari menyaksikan kembara ini.

Kau ingin menyudahkan keinginanmu
sekalipun kau akan terdampar
di bumi mana
yang kau harapkan purnama tak akan
disingkirkan dalam hidupmu.

Di pantai benua baru
kau menoleh laut yang
menyimpan rahsia kembaramu
dan suara-suara lampau masih
ingin mencuba mengharung lautan.

Menghirup Udara Empat Musim (Kumpulan Puisi Indah)*

Semakin hari, tiada jaminan keselamatan
kau didera di siang hari benderang
selama ini kau seperti  target tanpa
ampun dan pembelaan diri.

Luka-luka yang masih meninggalkan
bekas, tinggal di kulit dadamu sebagai
ingatan, pernah pintu keluarmu seperti
terkunci dan kau terhisap ke dalam kegelapan.

Kau telah melangkah ke benua baru
di sini persinggahan sementara mengejar
langit biru  dan halaman yang tenteram
menghirup udara empat musim.

Fotomu, purnama di atas kepalamu
tanpa mengucap sepatah kata,
kau merasa kemenangan yang tak akan
direbut daripadamu dalam takaran waktu.


Friday, 5 August 2016

Kemenangan (Kumpulan Puisi Indah)*

Siang terpampang luas di depan mata
tak perlu pertanyaan kerana semuanya
tak ada rahsia dan tak perlu penerangan
kini ia telah nyata dan terbuka.

Tak perlu kata untuk menjelaskan
aku telah menghantar pesan dalam diam
firasat turun seperti hujan di siang hari
dapat dirasakan dan dimegerti.

Kekayaan batinmu membuka jalan
meraih puncak pada mimpi-mimpi benar
kau tetap melangkah dengan tawakal dan
tawajuh tanpa merasa tersiksa.

Aku tak memerlukan pertolonganmu
kerana samawi telah cukup membuka
pintu seluas-luas tanpa  menghadang
kemenangan itu dan ia tak dapat disangkal.

Nilai
Ogos 2016

Kesabaran (Kumpulan Puisi Indah)*

Kesabaran terus mengikatmu dengan tali samawi
bumi masih utuh tak akan menyerah sekalipun
gempa dan letusan gunung berapi datang silih-berganti
malam masih tetap memberikan harapan dan siang
tetap membuktikan pengorbanan itu adalah
janji kebenaran yang tak akan tercemar.

Gelombang nafasmu berisi dengan doa-doa
dan sedekahmu telah membuka pintu cinta abadi
gerhana berlalu membawa sekaligus kegelapan
matahari membawa siang yang gemilang
malam tawajuh mendekatkanmu pada samawi.

Kedamaian, sebuah pengucapan
sungai mengalir datangnya dari cinta bersemi
ketulusan dari jiwa yang sedar dan berani
kau tak akan berhenti pada satu selokan
sedang isyaratmu untuk melangkah telah
diberi dan kau usah berlengah lagi.

Nilai
2016

Wednesday, 3 August 2016

Sungai Kinabatangan Dan Tanah Leluhur (Kumpulan Puisi Indah)*

Di dadamu, Sungai Kinabatangan
aku meletakkan telinga mendengar
kelembutan nafasmu yang mengirim
riak-riak ke tebing sebuah harapan runtuh.

Gema suara hutan jati telah lama
kehilangan lidah dan tanah-tanahnya
telah terbongkar, akar-akar telah menjadi
kering dan terdedah pada langit matahari

Hujan yang turun menyentuh wajahmu
seakan berkata penyesalanmu selama ini
melihat air lumpur yang menolak ke muara
tanah leluhurmu sunyi dan hewannya berpergian.

Kayu balak yang tenggelam di dalam sungai
suatu malam terapong seperti berkabung
hanyut dalam arus dari tebing ke tebing
mengirimkan peringatan dalam mimpimu.

Tuesday, 2 August 2016

Benua Baru (Kumpulan Puisi Indah)*

Lautanmu diam taufan telah bergerak seperti ke daratan
malam kembali pada cerita yang belum selesai
ketenangan di dalamnya tersimpan doa-doa musafir
berubah menjadi kekuatan yang tak dapat dilawani.

Burung burung telah meninggalkan kapal
setelah singgah dalam perjalanan ke benua baru
bulan purnama membawa khabar gembira
kehebatan satu zaman telah mulai terbaca.

Tak ada ingin bersekutu pada api membakar
percakapan kita kembali pada air yang mengalir
kalau ada kerinduan dalam jiwa angin
kebenaran yang bertahan sampai kiamat.

Samawi tak akan berubah akan terus berseri
bumimu menjadi saksi kemenangan  itu
kekerasan hanya kekalahan yang berlarutan
tak ada yang ingin menjadi tembok pada kezaliman.







Sunday, 24 July 2016

Pantaimu Berbicara (Kumpulan Puisi Indah)*

Pantai pulau-pulaumu terus mengundang
kedatanganmu
hamparan laut biru rahmat samawi
kau ingin ketenangan dan damai.

Kau membawa rahmat
matahari khatulistiwa hadiah samawi
cintamu berenang-renang ke tepian
di pulau-pulau kasihmu bertebaran
air mata yang menitis
mimpi-mimpi kembara
gelombang lautan tak akan menukar
arah tujumu.

Malam-malam sarat kau telah
menyempurnakan impianmu
lalu kau mulai kembara
kembali ke dalam laut
merelakan pada alam bertahta
langit memberi harapan.

Pantaimu berbicara
biarkan kedamaian dan keselamatan
bukan satu malam dan
lepas dari tangan-tangan gelojoh
yang tak pedulikan murka dan laknat.

Kepulauanmu
warisan yang terlindung.




Bintang-Bintang Berkumpul Dan Bersembunyi (Kumpulan Puisi Indah)*

Padamu aku ingatkan
pengertian seperti bunga-bunga di taman yang lalu
musim berunding telah berlalu matahari merangkak
dan bayang-bayang memanjang
malam mulai turun di pulaumu.

Matahari menyisih dari langit impian
gelombang bergerak dan menghempas
pantai, burung-burung telah pulang
pertukaran musim tercium di udara
bumimu siap menerima korban.

Aku tak ingin melihat letusan komet
yang tak sampai
jawabanmu seperti hutan yang terbakar
gema suara yang terperangkap
jembatan roboh bukan masanya
air telah berhenti mengalir dari puncak
menunggu datangnya hujan.

Kata-kata seperti kehilangan pengaruh
satu-satu huruf berjatuhan di depan mata
persimpangan jalan telah kau tinggalkan
kasih bumi telah bertukar warna
akhirnya kau hanya seorang perindu di jalan pulang.

Kau telah menolak pintu dan
kini tertutup dan kau melihat dan tanpa berkata-kata
kalau inilah isyarat
kita berjalan berasingan dan tak menoleh
malam itu bintang-bintang berkumpul dan 
bersembunyi.




Wednesday, 20 July 2016

Tak Ada Titik (Kumpulan Puisi Indah)*

Apa yang ingin kukatakan lagi
kau ingin meregut kedamaian dan
menukarnya ketakutan dan malam gelap
di sini, tanah leluhur dan warna langitnya
senantiasa menawan kalbu dan pesisir
pantai menggoda tiap pengunjung.

Kau mencipta gelora dan gelombang
pada pemukim-pemukim pantai dan
kapal-kapal yang berlayar di laut
apa sebenar yang terkandung dalam
lamunanmu
dan bermimpi pekan-pekan dan laut
adalah wilayah koboi dan tebusan.

Kalau itu mimpi kelabumu
mata angin dan gelombang akan
bertukar hala dan alam menghukummu
matari akan menyayat kulit dan
penyesalanmu tak akan ada berbelas
kasihan dan melihatmu musnah
dan kehilangan arah dan tujuan.

Damailah laut dan purnama
kembali menjadi mahkota malam
dan kemenangan ini adalah perjuangan
tak ada titik dan menyerah.

*Dikirimkan ke UB 20 Julai 2016

Monday, 18 July 2016

Nafas Lautan (Kumpulan Puisi Indah)*

Dalam diam aku merenungmu
dada lautan yang menyimpan rahsia
seperti langit malam bercerita sendiri
hamparan luas berdenyut dalam tenang.

Kuseru namamu kalau kau masih mendengar
mimpi malam itu telah sempurna
ada kedamaian yang dirampas
mendorongnya menyeberangi sempadan.

Kata-kata ini bagai soldadu-soldadu
yang siap menawan dari sebuah perintah
kini aku mengirimkanmu di daerah-daerah
rawan dan tak bersahabat.

Bertiuplah bawalah angin ishla yang
mendinginkan tanah daratan dan menenteramkan
pemukim-pemukim yang resah dan gelisah
pabila tubuh berjatuhan di depan mata
tapi kau tak dapat berbuat apa-apa.

Nilai
Januari 2015

*Dikirimkan ke UB 20 Julai 2016

Pulau Impian (Kumpulan Puisi Indah)*

Menunggu mata angin atau berhanyut di tengah lautan
langit malam penuh cerita tak akan pernah selesai
kau memimpikan pulau impian, seperti penyu lautan
setelah mengembara jauh ke pelosok rantau akhirnya
kembali ke pantai putih negeri Khatulisitiwa.

Aku telah melihat purnama di langitmu tapi
jendelamu masih tertutup rapat membiarkan
malam berlalu dan gema suara ini hilang dalam
gelombang dan gemuruh badai.

Bintang-bintang berkelipan indah dan terasa jauh
perlahan beredar ketika gerbang malam mulai tertutup
esuk datang dalam diam menghalau kegelapan
di sudut kalbumu tanpa perlawanan lalu menawan
dan mengisthiyarkan kemenangan suatu perjuangan.

Di Pulau Impian ini kau tak mengharapkan kerinduan
masa silam kerana tiap kilasan cahaya itu adalah
titik-titik putih sedikit demi sedikit berkumpul
menjadi cahaya purnama yang tak akan padam
dalam kalbumu.

Nilai
March 2014

Dikirimkan ke UB 20 Julai 2016





Sunday, 17 July 2016

Selepas Fajar (Kumpulan Puisi Indah)*

Selepas fajar langitmu beredar
dari ketenangan malam
aku pernah melafazkan kata-kata
seperti udara berlinggar dan terbawa
jauh di langit terbuka.

Bila kurenungkan kembali
penyesalan itu telah melengkapi
sebuah harapan yang hanyut
mencari pantai pasir putih
pada pulau lautan teduh.

Tiap yang silam menjadi
halaman sejarah penuh rahsia dan misteri
tapi pada langit dan bumi ini
segalanya membawa tafsiran
pada sebuah kebenaran nyata.

Pintu kedamaian ini telah
terbuka luas dan memanggilmu
dan kau tak perlu berdua hati
kerana di sini tak ada algojo
dan pendera yang menantimu
yang ada wajah-wajah manis
dan memperlakukanmu sopan
dan tiap keputusan dan tindakan
adalah kesabaran dan doa.

Kalau aku mengulang salam
dan melafazkan ucap yang pernah
kau dengar dan
melihat siang penuh gemilang
sejak itu kau tak akan menyesal
dan bimbang pada pengucapan
langkahmu pasti menuju
pelabuhan damai.

Nilai
April 2015

*Dikirimkan ke UB 20 Julai 2016

Saturday, 16 July 2016

Taman Samawi (Kumpulan Puisi Indah)*

Dalam doa aku melepaskanmu pergi
aku telah mendakapmu sepanjang bulan
engkau datang dan pergi seperti harum bunga
di taman samawi dalam musim bunga.


Sunday, 10 July 2016

Damai Nusantara* (ISIS)

Pada langit tak ada ruang kau bersembunyi
ke mana pun laut tak akan membiarkan diri
membawa atau melambaimu datang
angin pun tak rela jadi perantaraanmu.

Musim hujan Khatulistiwa di Nusantara
keindahan dan keramahan alam dan
langit kedamaian rahmat sepanjang abad
ke mana saja berpaling salam sejahtera.

Suara semangat hidup dan kasih
tak akan pernah disakiti dan melukai
kerana kebenaran langit dan bumi
tak mungkin dapat kau hitamkan.

Ke mana saja memandang taman
bunga yang lembut pada mata dan hati
lebah yang berkeliaran di siang hari
pulang seribu harapan dan manisan hidup.

Tak Perlu Diam* (ISIS)

Kau tak perlu berdiam diri
membiarkan langit terconteng
dan bumimu hangus oleh agen
kegelapan yang bergerak tanpa
peduli dan sempadan.

Ayuh, atas kesedaran dan solidaritas
segala kekerasan yang mengundang
reaksi dan menguji kesabaran
samasekali tak ada tolak ansur
pada akal jahil dan kezaliman
kerana kedamaian dan kasih sayang
adalah perjuangan yang mengalahkan
kebiadapan dan keangkuhan.

Nusantara tetap wilayah damai
kesejahteraanmu purnama penuh
pintu ini tak akan menjadi laluan
pada kegilaan dan siasat kekerasan
mendung di langit cepat beralih
suara-suara itu gema tak sedikipun
mendiamkan kebenaran bangsa merdeka.

Selamanya keyakinanmu tak akan
gusar dan menyerah pada kegelapan
doa-doa dan tindakanmu akan menjadi
tembok dan kekuatan yang tak dapat
dipatahkan dan diserapi oleh kebohongan
senjatamu masih tetap ampuh
tanpa kekerasan dan kezaliman
di sepanjang zaman hingga kiamat.
Tak perlu diam ketika kau ditakuti
dan kau tau di tanah leluhurmu
lapangan permainan kejahatan.






Sunday, 3 July 2016

Kegilaan (ISIS)*

Suaramu jangan senyap, berdiri dan protes
ia tak sekuat yang kau fikirkan
apapun yang ia katakan itu
semuanya kebohongan dan tak berlandasan.

Sering wajahnya bertukar tapi
jelas tak ada kemanisan dalam dirinya
tak ada jaminan, langkahnya longlai
benihnya tak berakar tunjang.

Kau tak perlu takut dan gusar
dan jangan sekali membuka pintu
termakan kata-kata sembilu
diucapkan dengan manis gula.

Sungguh, ia tak berjaya dan berhasil
kerana ia tak akan dapat simpatis
dan huluran tangan dari tanah leluhur
kegilaan ini hanya membawa maut.

Datangmu Bersama Berita Samawi (Kumpulan Puisi Indah)*

Aku mengingat-Mu dalam diam
langit dan bumi kanvas yang terbuka
angin telah mendorongmu jauh ke dalam siang
suara dari gurun dan gelombang yang mengulung.

Kau berlari ingin melangkahi sempadan
melawan angin yang bertiup kencang
tapi kau masih tak peduli seribu kencana
sekalipun kedua kakimu terikat.

Kau melihat bulan pada langit malam
dan mengharapkan siang ada matahari
di laut gelombang meredah
hujan telah berhenti, pulaumu mendekat.

Kedatanganmu membawa berita samawi
tiap persinggahan menawan kalbu yang sepi
tapi kau tak akan menamatkan perjalanan ini
sekalipun akan mengambil waktu yang panjang.

Nilai
2015

Pembuat Api (Kumpulan Puisi Indah)*

Ketika kau masih kecil bisa kutiup dan padam
tapi pembuat api dalam diam membuat api
di halaman rumah atau di mana ada saja
kerana dalam dirinya api menyala.

Pembuat Api bekerja dalam sembunyi dan rahsia
ingin melihat api membakar dan langit jerebu
tak peduli sekalipun telah diperingatkan
kemusnahan itu tujuan dan maksud.

Sekarang seperti tak ada dapat membantah
ia bertindak dengan maksud menzalimi
tindakan dan perbuatan yang merugikan
kebencian makin bertambah dan terbuka.

Tak ada ruang untuk Pembuat Api di sini
tiada simpati dan telinga ingin mendengar
dan bersetuju alasan-alasan dari benih kegelapan
ini bukan satu perjuangan tiada yang mimpi.

Nilai
2014


Ranjau (Kumpulan Puisi Indah)*

Aku melihatmu di depan jalan yang berliku
ribuan ranjau yang tajam muncul di permukaan
yang lain seperti biasa pada langit dan hutan
tetap indah dan penuh rahsia belum tersingkap.

Menerpa tanpa bimbang akibat suatu tindakan
demi kebenaran langit kau tak akan menunggu
siksaan dari pendusta dan agen kegelapan
kerana tiada berhak menghukum dan menderamu.

Ranjau-ranjau di sepanjangan jalan itu sebenarnya
hanya dalam mimpimu tanpa landasan berpijak
gema suara pendusta segaja mengelirukanmu
dan mendesakmu supaya menukar hala haluan.

Meskipun tiap kali kau melangkah ke depan
ada saja cuba menghalang dan menolakkanmu
mencipta cerita dongeng dan kebohongan merugi
tapi, kau tak berganjak dari jalan lurus dan benar.

Nilai
Januari 2016
*Dikirim ke Daily Express, 12 July 2016

Wednesday, 18 May 2016

Tak ada Satu Huruf (HE) (Kumpulan Puisi Indah)*

Masih kosong saat ini tak ada satu huruf berdiri
kau lihat siang sekalipun matahari menghilang
malam datang dalam diam perlahan dan tawajuh
gelombang badai di tengah lautan belum redah.

Kau tafsirkan sebuah hari dalam belenggu waktu
tapi dalam dirimu datang angin dingin membawa
gerimis lembut melintasi sempadan kesabaranmu
bertahan tak akan merubah kezaliman dan tindakan.

Kau padamkan makna menumbangkan huruf-huruf
jatuh berserakan di atas dataran kosong dan datar
pertanyaan tak akan mengubah sikap dan pandangan
malah kau menjadi keliru dan berputar di tempat sama.

Tuduh dan fitnah akan mencipta suasana gemuruh
gerhana datang seperti peringatan yang telah dilupakan
gema suaramu dari masa silam turun ke lembah dini
purnama berada di puncak malam tawajuh.


Nilai
September 2015

*Disiarkan Harian Express 17 Julai 2016


Sunday, 17 April 2016

Melangkahi Sempadan* (ISIS)

Kedamaian akan bertukar menjadi laut yang bergelora
darimu tak ada cerita-cerita yang menenangkan kalbu
beritamu tiada lain kematian, penculikan dan tebusan
lalu melangkahi sempadan huru-hara di kepulauan.


Keganasanmu makin meluas kau seret ke dalam gelap
dan mulai memital benang kusut tak nampak hujung
kau masih berangan yang tak mungkin menjadi nyata
tapi kau ingin menawan gelombang bertiup ke arahmu.

Nusantara dan laut pesisir tak akan bersekutu dengan
eksterimis dan kekerasan dan golongan militansi 
sempadannya akan terus dilindungi dengan semangat 
bangsa dan tiap serangan kodokmu akan ditangkis.

Tuntutanmu Nusantara pintu masuk segala kejahatan
anasir-anasir  ribut padang pasir tak akan memberi
kekuatan dan dorong padamu kerana ideologi dan
fahaman keliru dan hanya membawa angin kekalahan.

Saturday, 16 April 2016

Kembali Kepada Tuhan Rahman* (ISIS)

Ketika kamu memilih jalan bertentangan
kamu tak akan sampai pada matlamat perjuanganmu
kekeliruan perjuangan kamu memilih jalan pintas
merampok dan minta wang tebusan atas nama kekerasan.

Pilihan hidupmu sangat mengecewa berpergian
di perairan dan laut damai kau lanun di langit siang
merayau pulau-pulau lalu mengganggu pedagangan
membuat huru-hara dan kejahatan melampau batas.

Dulu engkau wira-wira yang terkenal dengan keberanian
penjajah-penjajah bangsa pulang dengan tangan hampa
kapal-kapal sepanyol  dan Amerika pergi tak kembali
sekarang kau memilih menjadi lanun di kaki kaki lima.

Kau mengaku ummah Muhammad perlakuaanmu jauh
dari kedamaian dan kebaikan di muka bumi ini
makin hari kau makin buas dan ganas dan kejam
kembalilah kepada Tuhan Rahman yang mendengarkan mu.

Friday, 15 April 2016

Jangan Tergoda* (ISIS)

Pastikan kau jangan tergoda melihat dengan matanya
berfikir dengan kepalanya dan menggodamu terus
datang dalam tidur dan menggangu mimpi malammu
ketika siang ia mengintipmu di lubang-lubang kecil.

Seperti ia tak ingin melepaskan kau pergi sendiri
tapi ia bukan teman yang baik kerana dalam dirinya
ada agenda ingin menguasaimu ketika kau terlena
diam-diam ia menyerap ke dalam serambi darahmu.

Ia tak akan berhenti sekalipun kau telah berulangkali
mengusirnya di depan pintu atau di halaman rumahmu
atau ia berdiri di tengah jalanmu cuba menghentimu
kalau tidak ia tinggal di mata telingamu mencari peluang.

Asalnya kejahatan tetap kejahatan, durjana dan derhaka
gema suara melangkau tujuh petala bumi dan langit angkasa
tapi tiap kali ia ingin membuat onar dan keributan ia
berhadapan dengan pencinta kedamaian di sepanjang jalan.

Thursday, 14 April 2016

Nusantara Bebaskan Dari Jerebu Teror* (ISIS)

Kita melindungi Nusantara ini dari gelombang kekerasan
doa-doa kita mengalir mohon langit mengabulkannya
cukup, cukup pembunuhan silam usah sampai hari ini.
pertembungan dua kuasa kegelapan dan kedamaian.

Orang-orang tak berdosa dan rakyat kecil dizalimi
di siang hari lalu diposkan gambar-gambar ngeri itu
pada internate dunia ditakuti dengan tindakan biadab
kota-kota dan massa diteror dengan bom bunuh diri.

Teror, teror, pergi kau selamanya kami tak ingin kau kembali
biarkan bumi kami bebas dari kekacauan dan pengkhianatan
Nusantara, bangkit dari tidurmu dan usah biarkan mereka
bersayap dan bertelur di pantai dan pulau-pulaumu.

Kita akan melindungi Nusantara dari jerebu teror dan militansi
persaudaraan sejagat dan kebersamaan kita hadapi golongan ini
usah kau mundur dan takut pada percakapan mengarut dan
siasah jahat yang bergerak di permukaan atau di bawah  tanah.

Panggilan Derhaka* (ISIS)

Mengapa memilih kekerasan kalau kau tau
ia membawa kebinasaan dan kehancuran
kekeliruan dan kemunafikan menurunkan
kegelapan panjang dan kebohongan bertindih.

Inti perjuangan itu, kedamaian yang membawamu
kepada ketenteraman jiwa  dan meraih kemenangan
kekosongan rohani dan jiwamu melemparmu ke-
lembah kemarau akhirnya kau hanya debu.

Di sini ada nur yang berlimpah-ruah mengajakmu
kembali pada jalan lurus dan menjauhi kegelapan
dan kau telah meninggalkan amarah bergerak ke-
jiwa yang tenteram kerana di situ keselamatan.

Negara bangsa tak perlu anak-anaknya tenggelam
dibawa  gelombang miltansi, teror dan kekerasan
tapi memilih kebaikan melangkah dengan tawakal
kau tak akan dikelabui oleh panggilan derhaka.

Wednesday, 13 April 2016

Musnah Sendiri *(ISIS)

Aku akan selalu mengingatkan tentang ribut taufan
gempa bumi yang datang ketika orang sedang tidur
memandang langit menurunkan isyarat dengan gerhana
pada bulan dan matahari silih berganti terjadi.

Dari malam percambahan itu bumi dan langit telah
memberikan restu kedamaian dua lautan bersatu
doa-doa yang dilafazkan dengan tawajuh dan terus
tanah kering semalam menjadi lembut dan subur.

Pertembungan suara telah memanggilmu pada
kedamaian dan cinta kasih berlingkar dalam kalbumu
tapi yang memanggilmu pada kegelapan dan kekerasan
menantimu di muka pintu supaya kau merubah jati diri.

Dua kekuatan dan kekuasaan terus berusaha menolak
satu sama lain mengharapkan ia menguasai yang lain
apapun cara yang dipilih pada garis keras dan teror
kau akan kecundang dan musnah sendiri di depan mata.



Air Hujan* (ISIS)

Keganasan dan kekejaman tak  mengira hutan jati
atau sahara panas masih ada golongan mengerat
rembulan sampai terbelah dua dalam imaginasi
dan memuntahkan cairan belerang membara.

Engkau melontar maut sesuka hati tapi sebenarnya
adalah tubuhmu menjadi sasaaran ribuan panah
semuanya ingin menembus jantungmu sekali
tali busur dilepaskan dalam satu tarikan nafas.

Kalau kedatangannya dengan menombak maut
perlakukan ia sebagai golongan derhaka pada
agama yang mengajar kedamaian dan kasih sayang
sifatnya selalu seperti air dingin memadamkan api.

Bangsa yang hidup langitnya penuh kasih sayang
menjauhkan derhaka, kekerasan, teror dan maut
Ya Rabbi, sekali api mereka menyalakan Engkau
menurunkan air hujan yang dingin dari pergunungan.

Tuesday, 12 April 2016

Khayalan Dan Mimpi* (ISIS)

Kau berdiri beriya-iya seperti kau pembela Islam
tapi sebenarnya dalam dirimu kau telah menghina
dirimu sendiri dan seteru yang seiring denganmu
Islam tetap hidup dan dipelihara tangan samawi.

Di alaf 21 ini kau masih bertemu dengan manusia
yang tak menghormati di mana bumi dipijak di situ
langit dijunjung, tiada seorang pun berhak dan berkata
kerana tindakan dan fikiran kita tak sama kau bunuh.

Kepada bangsaku, jangan sekali kau terpedaya
dengan pengucapan dan propaganda mengarut itu
Ajaran Islam mengajarmu kasih pada manusia sejagat
dan sujud menghadap Tuhan Yang Maha Esa.

Khayalan dan mimpi yang ia bicarakan itu tak ada
tunjangan pada realiti kehidupan ini dan ideologinya
keganasan, militansi dan teror dan pembunuhan massa
siapa yang mahu bergabung dengan orang-orang gila ini.

Kegilaan Ini* (ISIS)

Kau tak ada hak menconteng langit biru dan
lalu mencat hitam dengan warna pilihanmu
dan berkata siapa yang berkata langit biru
kau akan memotong kepala orang itu.

Kemudian menyatakan kepada alam maya
bulan kamu terlalu cantik harus dijatuhkan
hukuman supaya cahayamu digelapkan
kerana kau anggap bukan jenayah, membunuh.

Keberanian itu menjadi panggilan olok-olok
ketika dijerit oleh satu orang, menghukum orang lain
sama seperti orang gila yang patut dilokap
ucapan dan tindakan membunuh bukan orang beradab.

Kegilaan ini tidak patut diambil remeh-temeh
kerana di dalam dirinya tak ada ruh hidup
atau ada rasa penghormatan kepada hidup berbudaya.

Monday, 11 April 2016

Budaya Derhaka* (ISIS)

Walaupun manis kata bicaranya
datangnya dari sumber hitam
menconteng langit biru mencipta
kegelapan di sepanjang perjalanan.

Dalam kalbu telah menyerap dendam
dan derhaka berbaur melihat segalanya
tak berwarna hanya hitam dan putih
tindakan dan pergerakanmu dapat dibaca.

Tak ada berita yang kau dengar tentang
kasih sayang dan persaudaraan manusia sejagat
yang ada pembunuhan massa dengan sadis
dan paparan ideologi yang sempit dan miskin.

Kau tak akan terjerat dengan fitnah-fitnah
atau melangkah kaki ke dalam jaringannya
kekerasan tak akan membawa kedamaian
budaya derhaka hanya membakar dirinya.


Lihat Sendiri Matahari Ciptaan* (ISIS)

Tak kau lihat sendiri matahari ciptaan itu
tak dapat bertahan lama membakar dirinya sendiri
meletus di cakerawala lalu menjadi abu bertebaran
tak menampal pada sejarah hanya catatan hitam.

Kekerasan adalah bahan api yang kuasanya
akan padam sendiri dalam mimpi buruk
tak ada yang dapat dibanggakan kecuali
debur-debur ombak di pantai suatu malam.

Lihat saja sendiri akhir dari kegilaaan ini
huru-hara kemudian hening kematian
meraung di tengah kehancuran dan penderaan
tak ada tamu datang dan menjabat tanganmu,

Justru itu pergerakannya menemui jalan buntuh
terhad dan medan tak berakar di tanah kering
kegelapan turun tak kira musim dan memang
tak ada musim hanya menurut gerak  dalam gelap.

Penyesalan* (ISIS)


Kau memilih jalan kekerasan berakhir dengan penyesalan
jiwamu sakit dan yang kau perjuangkan melahirkan kebencian
dan pertumpahan darah yang tak berhenti terus-menerus
korban demi korban di bawah langit biru dan kau pun hilang akal.

Kekerasan tak akan dapat menundukkan langit biru
akal licikmu membawa kau jauh dari cahaya rang bulan
membuat lingkaran yang kacau lalu menghalalkan bunuh
jelas itu tindakan majnun yang kalah dalam pertarungan fikir.

Bagaimana sepotong hati kalau ia telah busuk dan bau
fikirannya yang kacau dan dendamnya menjadi letupan gunung
kau tak akan dapat menghalang atau menghambat kemajuan
kerana ada tangan samawi yang melindungi sepanjang perjalanan.

Kau tak ingin mengakui dan menerima kenyataan dan kebenaran
mereka-reka  dusta dan berlagak seperti kau di pihak penentu
Hkikatnya kebohongan tak akan pernah berjaya dalam perjuangan
penyesalanmu itu membongkar tipu muslihat dan siasah burukmu.

Saturday, 9 April 2016

Kedamaian Telah Dirampas* (ISIS)

Kau mencari kedamaian yang telah dirampas
terbanting di tengah daerah-daerah perang
matahari bagaikan meletus dan serpihannya
seperti api belerang mengalir ke lembah.

Kebinasaan yang menuding sampai ke akarnya
malam terkelar-kelar dan bintang menyerudup
suaramu kehilangan tenaga ketika bom meletus
jerebu tebal menggurung kota-kota rawan ini.

Apa erti sebuah perjuangan bicaranya hanya maut
dan berita yang menyusuk ke dalam telinga maut
apapun yang dilakukan semuanya bahasa kekerasan
pembunuhan massa dilakukan secara kejam dan sadis.

Di dalam kalbumu tak ada cinta dan kasih sayang
aksara kata lakukan perintah membunuh atau terbunuh
malam makin gusar hanya mimpi buruk datang dalam tidur
dalam dirimu hanya kegelapan dan kedamaian telah sirna.



Thursday, 31 March 2016

Kejahatan Kalah* (ISIS)

Bumi seperti tak ada pilihan makin muak
api peperangan tak redah dan kekerasan
makin tak ada tepian dan garis sempadan
nilai kehidupan seperti sampah di jalanan.

Pekerjaan gila yang meragut nyawa manusia
setiap hari kau merancang yang terburuk
kemusnahan atas nama agama yang samasekali
tak ada hubungannya dengan teror dan militansi.

ISIS dan Daesh menuntut versi kejahatannya
kebangkitan membentuk mimpi dan impian
ternyata semua angan-angan kegilaaan ini
demi kekuasaan dan amarah durja dalam jiwanya.

Kejahatan tak akan dapat mengalahkan kedamaian
dan kebaikan walaupun seteru kejahatan berhempas
pulas ingin menawan kehidupan ini dengan
teror dan maut akhirnya tewas dan musnah sendiri.


Tuesday, 29 March 2016

Mangsa Letupan Brussels* (ISIS)

Kepedihamu kami dapat merasakan
Simpati kami  kepada keluarga mangsa
kejahatan ISIS pulang kepada dirinya sendiri
tiap pintu tertutup padamu, ruangmu menjadi gelap.

Pergerakanmu makin terbatas dan sempit
kau menjadi sumpahan dan laknat manusia sejagat
golongan perosak dan anti kedamaian
akhirnya kau jadi sebutan kemarahan manusia beradab.

Golongan ISIS dan Daesh ini sangat sedikit
suatu ketika nanti masyarakat menumbangkannya
sampai ke akar-akar tunjang di halamannya sendiri
ideologi ISIS dan Daesh tak akan bertahan lama.

Kami menyampaikan belasungkawa mangsa teror
dari kalbu kami berkata kami anti terorisme dan
anti malitansi, dan kamu tak akan berkembang
air kedamaian akan mengalahkan api kekerasan.




Monday, 28 March 2016

Doa Pada Mangsa Terorisme* (ISIS)


Suara kami ikhlas dari kesedaran dan salam kedamaian
doa lahir menyatakan simpati atas nama kemanusiaan
kesedihan kami melangkahi sempadan dan agama
tiada yang lebih tepat di masa seperti ini selain doa.

Semangat solidaritas kepada mangsa-mangsa teroris
yang cedera parah dan maut, kepada keluargamu
salam damai semoga diberi kekuatan dan kesabaran
menghadapi hari-hari mendatang yang cerah.

Hari ini kami mengingatkan teroris ISIS dan Daesh
perbuatanmu melanggar tata susila masyarkat berbangsa
jangan fikir penderhaka seperti kamu lepas dari hukuman
ke mana pun kamu pergi tak ada keselamatan.

Ketika kamu menyalakan api teror kami menuangnya dengan air
di mana pun kamu menyebarkan kekerasan kami bersuara damai
kamu mengkhayalkan pemerintahan khilafat itu satu kebohongan
tindakan dan nafsu amarahmu tak akan membawamu jauh.

Letupan Bom Lahore* (ISIS)

Siapa sebenarnya golongan ini?
ternyata bukan pejuang atau wira
teroris itu orang penakut dan pengecut
penjenayah melemparkan bom lalu lari.

Yang menjadi mangsa adalah anak-anak
dan teroris melakukan perbuatan keji
supaya menimbulkan cemas dan ketakutan
menarik press membuat liputan.

Teroris ini orang yang kalah dalam hidup
tak ada harapan dan tak ada didikan agama
yang ada senjata membunuh dan maut
dan teroris ini tak cinta pada penghidupan.

Agenda teroris membunuh dan kejahatan
pelanggaran Hak Asasi manusia dan penderhaka
dan pada sinar matanya kebencian dan dendam
kalbunya tak ada kebaikan dan tindakannya majnun.



Peringatan Kepada Pemuda* (ISIS)

Jangan kau sekali-kali terpedaya pada percakapan
bualan yang menyuntik jarum beracun pada dirimu
kenyataannya semua itu tipu muslihat supaya kau
mengiyakan cerita-cerita khayalan bersalutkan mimpi.

Ini adalah peringatan kepada pemuda peribumi
supaya kau tak tergelincir dan terpanggil dengan
janji-janji lunak dan cerita perjuangan mereka
yang pangkal akhirnya adalah kematian dan majnun.

Suara mereka  itu militant dan teror, kemusanahan
dan kekerasan yang sadis dan pembunuhan massa
peperangan seperti projek dagang mengaut untung
demi keserakahan dan kepentingan peribadi.

Penyataan ISIS dan Daesh tentang mimpi dan impian
tak akan mungkin tercapai dan segalanya perjuangan
bunuh diri dan tak ada hubungannya dengan Islam
perjuangan samasekali hanya membuat huru-hara.

Teror Dan Teroris* (ISIS)

Lihatlah apa golongan teroris ini mau
meletupkan bom di halaman kanak-kanak
menjatuhkan korban dan lumpuran darah
tidakkah takut laknat Allah turun padamu.

Kau melakukan kejahatan ini di siang hari
tak peduli sekalipun dirimu yang jadi korban
tak kira di Paris, Lahore, Belgium, London
kegilaan dan dendam amarah dalam dirimu.

Targetmu pada semua golongan tak berdosa
impianmu mencipta inferno di dunia ini
dan kau seperti orang gila yang tak pernah
ada keluarga dan anak-anak di negerimu.

Ketika kau mengobar-ngobar perang
kami melayarkan kedamaian dan kasih
kekerasan membuka pintu kejahilan
dan nasib masa depan di rundung malang


Sunday, 27 March 2016

ISIS Dan DAESH* (ISIS)

Dalam menentang keganasan dan militansi
kesedaran negara bangsa menolak apapun
ada hubungan dengan kekerasan dan maut
dunia cinta kedamaian harus bangkit bersatu.

Suara kita harus jelas dan terang ISIS dan Daesh
golongan militan dan penganas ingin menghapus
tamadun manusia dengan kebencian dan perang
tak ada cinta dalam perbuatan dan tindakan mereka.

Di bumi peribumi yang kita cintai dan sayangkan
ISIS dan Daesh tak akan dapat menawanmu
Kerana kau telah sedar dari mula kebohongan
dan tipu muslihatnya sama sekali keliru.

Ya Rabbi, kejahatan-kejahatan ISIS dan Daesh
pembunuhan massa dan kezaliman dan siksaan
tak akan dapat kita bayangkan dan terima akal sihat
kita mengutuk sekerasnya demi kedamaian berbangsa.

Siasah ISIS* (ISIS)

Tidak ada sedikit pun kebenaran pada langit ISIS
jangan kau terpedaya pada bual dan perangkapnya
kekerasan bukan budaya dan tradisi kita kerana
kehalusan budi dan kesopanan dan kelembutan.

Siasah ISIS mencoteng arang kedamaian
membuat teror dan janji-janji kepimpinan
dari dunia inferno dan majnun dan ilusi
kezalimannya sangat sadis dan kejam.

Tidak ada simpati pada perjuangan ISIS
belangnya adalah keangkuhan dan kematian
dendamnya sampai melangkah sempadan
kasih sayang hilang dari pembendaharaannya.

Islam menolak samsekali terorisme dan kekerasan
ia mengajarmu berkasih sayang dan menghormati
warga manusia tanpa sempadan dan warna kulit
hidup rukun dan kebenaran itu tak ada paksaan.

Saturday, 26 March 2016

Bersatu Menentang ISIS dan Golongan Teroris* (ISIS)

Solidaritas dengan rakyat Belgium dan Kerajaan
tindakan golongan teroris tak akan sukses membuat
hura-hara dan memusnahkan kedamaian negara
akan menemui kekalahan kerana massa bangkit.

Teroris tak punya agama dan ISIS golongan teroris
kemampuannya tak seperti yang kita bayangkan
ketika kesatuan bangsa dan pelbagai golongan agama
bersatu memusnahkan golongan eksterimis dan teroris.

Kekerasan teroris tak akan menakutkan massa
kejahatan huru-hara itu kembali kepadanya
tiada yang ingin bersekutu dengan  ISIS kerana
siasahnya adalah kezaliman dan kematian.

Atas nama keamanan dunia sejagat kita
tak akan membiarkan teror dan ISIS sukses
dan kita pencinta kedamaian bersatu dan bersuara
menentang segala bentuk keganasan dan kezaliman.

Friday, 25 March 2016

ISIS Golongan Teroris* (ISIS)

Tak ada simpati pada teroris di bumi mana pun
dan tak ada perlindungan pada pembunuh massa
siasahnya mendokong nafsu serakah dan amarah
sumber semua ini dendam kesumat dan kegilaan.

Tak ada kebaikan yang datang dari teroris kerana
kau hanya digunakan untuk mencapai maksud
setelah itu pula kau akan diumpan menjadi skuad
bunuh diri, jalan pintas meraih kematian konyol.

Tak ada sebab kau menjadi seorang penjenayah
membunuh orang tak berdosa tak ada kaitan
tujuanmu membuat kekacauan dan huru-hara
kau tak peduli mangsa letupan bom meledak.

Tunjukkan kau anti ISIS teroris dan membantah
kejahatan-kejahatan teroris di mana saja di dunia
kita semua adalah mata publik yang mengawasi
semua pergerakan teroris lalu melaporkannya.

Terorisme Bukan Agama* (ISIS)

Terorisme tak ada hubungan dengan agama
kau tak ingin dikaitkan dengan IS atau ISIS
kerana budaya bukan mengajar kekerasan
derhaka pada negara dan melakukan kezaliman.

Kau memang perlu diingatkan berulang kali
supaya kau tak akan mudah menjadi mangsa
seteru kegelapan yang memusnahkan bangsa
menggunakan agama mencapai maksudnya.

Tidak pernah terlintas dalam fikiranmu
membunuh kejam dan merampas hak asasimu
mencipta huru-hara, melakukan pembunuhan
dan maut tercium di mana-mana ISIS berada.

Jangan biarkan ISIS memusnahkan kedamaian
ketenangan bumimu dan menumpahkan darah
menuntut pada dunia versi Islamnya yang benar
Islam sejati mengajarkanmu kedamaian abadi.

Thursday, 24 March 2016

Kau Tak Akan Membiarkan ISIS* (ISIS)

Isis telah mencabar dunia secara terang
ruang ia bergerak masih banyak terbuka
dalam porak poranda Isis telah mencipta
langit dan buminya dan kubu pentingnya.

Kekayaan minyak telah dirampas di siang hari
kekuasaan Barat dan Timur ada agenda beza
dunia perlu kesatuan mengalahkan ISIS di medan
demi kedamaian dunia dan kelangsungan hidup.

Dunia sekarang dalam kanca perang dahsyat
kita telah melangkah ke dalamnya tanpa sedar
peradaban manusia tumbang di depan matamu
kemusnahan di muka bumi tak dapat dibayangkan.

Kalau kau tak ingin terpedaya siasah ISIS
kau tak akan buat rundingan terbuka dan rahsia
ternyata ia dalam kegelapan panjang merugi
usah biarkannya merompak kedamaianmu.

ISIS Hilang Arah*(ISIS)

Kehadiran ISIS telah memburukkan keadaan ummah
langit suram dan mendung panjang di atas kepala
kegelapan yang diciptakan memusnahkan impian
bermaharaja lela dengan kekerasan dan kezaliman.

Kau inginkan sebuah negara Islam versimu
penuh komplot dan pertumpahan darah
khilafat yang kau gemburkan itu tiada lain
hanya seorang diktator korup bertopeng agama.

Ke mana kau pergi maut menjadi bayang-bayangmu
mencipta huru-hara dan inferno zaman pertengahan
perlakuan sadis dan penderaan pada semua golongan
memecah belah ummah demi siasah licikmu.

Islam murni mengajarmu kedamaian negara bangsa
bukan semusim atau satu penggal, atau lima tahun
amanat ini anugerah dari samawi melindungi ummah
kemenangan kebenaran atas kebohongan dan kesombongan.