Friday, 30 November 2012

Tiga Sahabat* (Puisi)(Metamorposis)

Kami sahabat lama ditemukan
duduk berbual di restoran di
pinggir kota. Keduanya berambut
panjang ke bahu, cuma diriku.
Kami tak berdakapan, sekali
inilah kali pertama sejak masing-
masing mengemudikan layarnya
di samudera lautan. Kami tak
bertanya berapa pula tin emas
kami simpan di ruang gelap atau
di bawah ranjang tidur. Yang jelas
beberapa helai daun telah terlucut
dari gagang atau ranting pohon
hidup kami. Ketawa terkakah-
kakah kami seperti dulu, bila
kami bertemu, melambung 
ke bumbung restoran dan meliar
sampai anak-anak muda yang
minum di sebelah kami. Memang
pertemuan ini tidak dirancang.
Bukan pula meraih ulang tahun,
atau pesta menuai. Di meja, tak ada
kek atau kembang bunga api.
Aku diam. Sambil mereka
berbual aku memerhatikannya
kami telah melangkahi sempadan
dunia terseret-seret di tumit kaki
langkah pun menjadi perlahan.
Tiada suatu yang mustahil
kami bersalam lalu pergi.
Entah bila lagi kami akan
bersama, malam bertukar
penuh misteri, dan menyimpan
rahsianya sendiri.

Kota Kinabalu
1 Disember 2012