Sunday, 25 November 2012

Hujan Petang *(UB)(Suasana)

Ketika kau turun aku bagaikan
tertegun, air mengalir masuk
ke halaman. Kemudian bunyi
jatuh ke atas atap mengurang
sedikit demi sedikit. Berhenti.

Kau menyergap ke dalam sukma
Lalu aku terkenang, dari sebuah
janji tak dipenuhi, aku membina
rumah buatmu, sederhana di tepi
jalan supaya dalam segala musim
pintu itu selalu terbuka kepadamu
menjadi rumah tumpanganmu.

Sekalipun rembulan belum menetas
tapi impian itu masih kubawa
sampai suatu hari ia menjadi
kata-kata yang dikotakan.

Suatu siang aku datang ke halamanmu
menemui kalian dan makan bersama
akupun membaca sebuah puisi
Nasihat ayah kepada anak lelaki.

Malam ini, aku melihat kembang
bunga api di langit Gaza
dendamnya turun dari masa silam
maut tercium di dalam udara
arus lautan telah bertukar arah
berhenti menyiksa dan mendera
langit pasti menurunkan azab.

Sandakan
26 November 2012

*Tersiar di Utusan Borneo 7 April 2013