Friday, 30 November 2012

Menunggu Kau Datang* (Indah)

Aku menunggu kedatanganmu
bunyi air menitis di dalam gua
jatuh ke dalam sungai kecil
mengalir melalui celah batu
sampai ke dunia luar. Kau
datang sebentar lalu beredar
lagi. Namun, aku menunggu.
Telah kupersiapkan pantai
tanah pasir putih, jauh dari
batu kerang dan tebing curam.
Kedatanganmu bersulam
rindu. Di sini kami menyebut
namamu. Kerana pada nama
selalu ada makna yang tersirat.
Sebuah cahaya telah turun
setelah berjalan jutaan tahun
tapi destinasinya tetap ke
bumi. Tanpa upacara dan
jambangan bunga. Hanya
kata-kata dan salam yang
sederhana. Dalam pertemuan
lalu, kau tak pernah bertanya
banyak tentang musafir yang
pulang. Aku pun tak pernah
mau menerangkannya. Kerana
sebelum terucap kau telah
dapat merasakan di dalam
sukmamu. Tapi kata-kata
masih tetap disebutkan
sebagai mengenapkan
kebenaran itu. Lalu mengapa
masih ada degup lembut
di relung hati.

Kota Kinabalu
31 November 2012

*Didalam antologi puisi Volume 1, 2013