Wednesday, 28 November 2012

Persaudaraan* (Indah)

Sendirian, di tepi curam
menghadap ke laut lepas
membaca genangan alam
membaca dirimu sendiri.
Ada riak di langit, di udara
aku mencium keningmu.
Ketika kau tidur, kau adalah
jelapang langit yang biru
tapi, dirimu adalah bumi
sukmamu, gunung bertahan.
Alam terkandung dalam waktu
demikianlah aku, kau dan dia.
Aku telah memberikan laluan
kau berjalanlah di depan, aku
mengikutimu dari belakang.
Ketika langkahmu melemah,
kau berkata, "Silakan, duluan"
Lalu aku berjalan di depan
kau mengikuti dari belakang.
Sekarang kita telah bertiga
tiada yang akan ditinggalkan.
Di hujung jalan ada pohon
buah delima telah ranum.

Kota Kinabalu
29 November 2012