Tuesday, 20 November 2012

Assalamualaikum, Gaza.*(ASP)(Palestine)

Ke mana saja aku memandang
wajahmu yang kulihat.
wajah itu menempel di mana-mana
sekalipun ia datang ke dalam mimpi
kupejam mata masih kulihat
wajah-wajah itu.
Israel, kau telah melampau.

Ke mana saja aku mendengar
suaramu di dalam gelombang
kekadang dalam hening malam
ia  datang mengetuk gegendang telinga.
Di siang yang parah, suara-suara itu
menjerit perih dan memanggil lagi.
Kami yang mendengar
seperti harimau
di dalam jeraji menolak pintu, terbuka
dan amarah langit dan bumi sampai ke puncak.
Israel, kau telah melampau.

Ke mana saja kau dan aku
seperti ada talian dari  masa silam
Sukmamu dan sukmaku
telah bersatu
kedua-dua saling  membutuhkan
ketika kau didera dan dizalimi
tidurku gundah sepanjang malam.
Israel, kau telah melampau.

Bilakan malam panjang ini akan berakhir
di tanah lahirnya nabi-nabi
dan para malaikat berjalan
mundar-mandir di bumimu
doa-doa tulus yang pernah
dilafazkan dari mulut kekasih-Mu
sendiri.
Israel, kau telah melampau.

Aku melihat ke dalam matamu
sampai ke lubuk hatimu
Aku mendengarmu sampai
lafaz katamu yang terakhir
Aku menggenggamkan tanganmu
tak akan kulepaskan.
Israel, kau telah melampau.

Ya Rabbi, ada yang ku tak tahu
yang tak terjangkau mata
kepada-Mu, kupanjangkan doa-doa ini.
Israel, kau telah melampau.

Kota Kinabalu,
21 November 2012

*Antologi Suara Penyair, 2012