Monday, 19 November 2012

Ibu Dan Anak-Anak Lagi (Palestine)

Seorang ibu dan seorang anak
duduk di atas bukit melihat ke bawah.
Semalam bunyi guruh yang melampau
kedua ibu dan anak berkurung di rumah.
Kebun Zaitun di halaman telah lama terbongkar
sekarang jadi tanah terbiar.

Siang itu, kulit dadanya terkoyak
melihat bumi bagai hamparan kain kafan
sudah lama warnanya telah bertukar
dari jasmin putih kepada merah saffron.

Kau menatapnya, degup jantungmu kencang larinya
siap menjadi singa menerkam mangsanya
tapi, keributannya hanya dalam
bilik tidurnya.

Malam yang gerun
dari atas ke bawah
maut melayang
menepati sasarannya
ke bumi. Egonya bukan-kepalang
sampai ke sukma langit, ia penembak
yang tepat, tak pernah ke sasar. Dan
punya medal keberanian. Tapi,
bommu ke sasar,
ibu dan anak-anak lagi
menjadi mangsa.

Lupakah mereka, sekarang air pasang
tapi, ada masanya tohor dan berbau. 
Lalu, pasti ada tangan turun memutar destinasi
Kau yang lama tak menjeruk buah Zaitun
dari kebunmu sendiri kini turun dan mula lagi.

Kota Kinabalu
20 November 2012