Monday, 5 November 2012

Penyairku, Masih Ada Kilatan Menembus Sukma (Kembara Bahasa 2012) (Puisi)(Metamorposis)(ITBM)

Langkah ini tak seberapa jauh
sekalipun begitu, telukmu damai
melihat senja turun berendam.

Aku melihat lautmu tenang
kerana di situ ada suaramu.
Kerinduan ini adalah kerinduan
seorang sahabat.
Kerinduan ingin mendengar
syair-syair dan puisi-puisimu.

Meskipun pantaimu
telah banyak berubah
langitmu masih tetap
menurunkan kata-kata
dan bait-bait yang indah.
 
Dari seribu malam
malam ini terpilih
aku bersua muka denganmu,
penyairku.
Rambutmu masih keterampilanmu
hanya wajahmu barangkali
gunung yang tersayat
tapi, suaramu masih menerobos
ke dalam sukma hingga ke galaksi
dalam impian kejora.

Ketika aku menjabat tanganmu
genggamanmu lemah.
 "Kau sakit penyairku?"

Tak ada pesanan dari wajahmu
tapi dari matamu
ada kilatan yang menembus sukma.

Bahasamu, bahasa penyair
kerinduanmu adalah kerinduan
langit dan bumi
dari sukma yang satu.

Kudat
1 November 2012

*ITBM