Friday, 16 November 2012

Mesapol: Kita Masih Bersaudara (Mama)

Hujan rahmat, kota digenangi air
tapi, aku masih melihatmu, jarak
bukan pemisah. Gemuruh hujan,
air melimpah turun dari bukit,
seperti warna teh susu. Sekarang
musim buah. Hari itu aku memanggilmu,
saudaraku. Ia membalas selamba.
Mesapol, tanah bukitmu masih
tersimpan tanah waris. Kalau belum
saling mengenal, tiap pertanyaan
menimbulkan curiga. Bagaimana
aku dapat menerangkan sedang
kau tak punya waktu mendengarkan.
Lalu aku berkata, tak apalah lain
kali saja aku akan memanggilmu.
Bagaimana aku dapat menerangkan.
Semuanya memerlukan masa. Soalnya,
aku merasa teertekan ketika ditanya,
'Ada apa?" Kerana ia tak mengenalmu.
Jawabku mudah, "Tak ada apa-apa".
Tiap orang ada  rahsia dibawah
kepaknya dan sebaiknya membiarkan
ia terus begitu tidak terganggu.
Asalkan kita masih bersaudara
sekalipun tak kenal atau pura-pura
ambil tak kisah.

Kudat
17 November 2012