Saturday, 6 August 2016

Firasat Di Musim Gelombang (Kumpulan Puisi Indah Antologi Menata Zaman)*

Barangkali firasatmu tak setajam mata pisau
menghiris sampai ke tulang belakang
ketika datang keputusan kau terima
kepala menunduk ujian musim gelombang.

Kesabaran adalah kekuatan menjadikan
bumimu pohon berpaut dan berlindung
di lubuk hatimu, kau cari kedamaian
seperti kembara menemukan arah dan tuju.

Kau mengagihkan kasih sayang samawi
tanpa menghiraukan resah lautan dan
gempa-gempa di bawah telapak kaki
langkahmu tetap dan tak gusar.

Kekayaan firasat mengalir turun
gunung bertahan dan tak berubah
di musim gelombang kau kembali
meraih kekuatan dalam Zikirullah.

Nilai
2016
* Terbit Antologi Puisi Hari Sastera ke 17, "Menata Zaman" diselenggarakan oleh Jasni Matlani dan Rusdi Awang.