Tuesday, 6 December 2016

Rohingya, Rohingya (Antologi Kemanusiaan Rohingya 2017)*

Mereka seperti melupakan sejarah
kebencian dan penghapusan ethnik
hujungnya adalah kekalahan dan
tunduk pada kedamaian.

Ketika kegelapan menutupi
pandanganmu, Rohingya
mimpi-mimpi buruk datang
dalam tidurmu.

Mereka memilih kezaliman
dan kejahatan berada
pada puncak.
Massa digerakkan
Rohingya, hakmu dirampas.

Satu bangsa yang
beradab
bertukar wajah pada satu malam
pemburu maut
di lorong-lorong kota
di desa-desa Arakan
menzalimi  Rohingya.

Kau diperingatkan
tak selamanya kau
berada di atas
membakar musuh-musuhmu
merogol wanita Rohingya
menyiksa sampai menyeberang
sempadan.

Rohingya, Rohingya
solidaritas langit dan bumi
satu rasa dan satu bantahan
Regim Myanmar,
hentikan kegilaaan ini
kembali pada kedamaian.

Nusantara tak akan berdiam
PBB saksi kejahatanmu
aung san suu kyi,
melihat keburukan bangsanya
dan menyepi.

Rohingya, Rohingya
kesabaranmu mengalahkan
kebuasan Rakhine
dan pendeta-pendeta dirinya
sebenarnya hewan
ratapan Rohingya di malam panjang
telah bersambut.
Rohingya, kau tak sendiri.

Nilai
Disember 2016

*Tertibkan dalam Antologi Puisi Kemanusiaan Rohingya 2017 diselenggarakan oleh Hasyuda dan Jasni Matlani.