Monday, 18 July 2016

Nafas Lautan (Kumpulan Puisi Indah)*

Dalam diam aku merenungmu
dada lautan yang menyimpan rahsia
seperti langit malam bercerita sendiri
hamparan luas berdenyut dalam tenang.

Kuseru namamu kalau kau masih mendengar
mimpi malam itu telah sempurna
ada kedamaian yang dirampas
mendorongnya menyeberangi sempadan.

Kata-kata ini bagai soldadu-soldadu
yang siap menawan dari sebuah perintah
kini aku mengirimkanmu di daerah-daerah
rawan dan tak bersahabat.

Bertiuplah bawalah angin ishla yang
mendinginkan tanah daratan dan menenteramkan
pemukim-pemukim yang resah dan gelisah
pabila tubuh berjatuhan di depan mata
tapi kau tak dapat berbuat apa-apa.

Nilai
Januari 2015

*Dikirimkan ke UB 20 Julai 2016