Monday, 26 December 2016

Pulau-Pulau Berserakan (Kumpulan Puisi Warna)*

Dalam rimba pulau ini
kau terperangkap
kehilangan langit
bumi persembunyian
telah mengingatkanmu
hari-hari tragik
dan pengkhianatan.

Suara-suaramu tertimbus
kezaliman telah menghiris-hiris
tubuhmu
tapi, kau tak pernah
melupakan sejarah
hitam
bangsamu.

Namamu terconteng
kalbumu tertusuk bambu runcing
kamu tak perlu
membalas kekerasan itu
demi esok
dari penghapusan bangsamu.

Malammu bergolek
di atas ranjau sejarah
yang diciptakan.

Kau bukan yang terakhir
di pulau-pulau berserakan
kembali, kembali
pada kedamaian.


Sandakan
2015