Tuesday, 6 December 2016

Langit Merah Di Bumi Rohingya (Rohingya)*

Myanmar,
para pendeta turun
sebagai penabur fitnah
maut memburu Rohingya
Arakan, dalam kepayahan
kau bertahan
kemanusiaan  terseret dalam
lumpur Rakhine.

Mereka ingin  mematikan suaramu
dan menghilangkan jejak di bumi
leluhurmu.
Kegilaan ini tanpa ampun
kezaliman bertahta
ditubuh-tubuh Rohingya
wanitamu dicabul
mayat berjatuhan dalam
rumahmu.

Raksasa haus darah
keganasan ini
merubah Myanmar
kau telah
mencipta mimpi-mimpi gerun
penderitaan Rohingya
telah mengetuk pintu
kemanusiaan sejagat.

Bangsa-bangsa beradab
mengingatkan
siasahmu membawa
kehancuran
suara majoritasmu
hanya membina tembok-tembok
aung san suu kyi
kehilangan kata landasan
berpijak.

Ektremis ashin wirathu
pendeta Budha
menyalakan api
tiap halaman Rohingya
bumimu bergolak
sempadanmu menjadi panjang.

Rohingya,
langit dan bumi telah
menghidupkan mimpi
dan harapanmu
sejarah perjuangan
dan
penderitaanmu
menyingkap tabir samawi.

Nilai
Disember 2016