Thursday, 8 December 2016

Gema Suara Rohingya Menganggu Tidurmu (Rohingya)*

Puisi-puisi ini lahir
seperti bumi yang tersentuh
air hujan dalam kalbu penyair
kata-kata yang membina kalimat
menjadi gema suara pabila melihat
kezaliman pada tindakan lalu
berjatuhan tubuh-tubuh dan mayat
tak berwajah, terbakar hanggus.

Kegilaan yang tak terkawal
membuka halaman sejarah hitam
dan akan tinggal dan terpahat
pada dinding-dinding bangsamu
satu pengkhianat atas nama bangsa
menjadi laknat di malam panjang.

Gema suara Rohingya
telah menganggu tidur saudaramu
dalam doa-doa tengah malam
telah mengerakkan hati nuranini
panah-panah langit turun
pada sasaran.

Puisi-puisi ini ditulis
atas solidaritas kemanusiaan sejagat
kezaliman harus berhenti
Myanmar, kamu harus mendengar
suara hatimu
dan kembali pada kedamaian
itu, keselamatan yang terjamin
pada bangsa yang beradab.