Tuesday, 2 July 2013

Wakil Rakyat Kau Terpanggil

Aku melihatmu dari jauh
kata-kalimat tak mungkin
menyentuh gegendang telingamu
dalam sukma, dipanggil namamu
gemanya jauh ke jantung malam.

Ketika kau mendekati pintu utama
aku sudah dalam barisan berdiri
sopan dan senyum seperti mekar
bunga di hujung musim. Kau
menjabat tangan berlalu tanpa
berkata. Ya, aku memang objek
antara ratusan objek di matamu.

Sekarang namamu ada panggilan
rasmi di depan. Aku tak membantah.
Orang kecil telah biasa pada protokol.
Ke mana kau pergi aku selalu di situ
tapi kau tak mengenalku sekalipun
aku melambai-lambai tangan dan
mendorong-dorong diri. Tapi yang ini
tak aku lakukan sekarang.

Dalam diam aku menulis puisi dan
sesekali aku menyanyikan syair-syair
dari langit jauh, langit samawi dan
lagu langkah kaki di tanah pribumi.
Sekalipun kau tak menoleh gelombang
udara akan membawa suara firasat ini
menyentuh dinding sukmamu.

Kota Kinabalu
3 Julai 2013

*Dikirimkan kepada Qomaruddin Asa'adah untuk projek bertemakan Wakil Rakyat.