Thursday, 27 June 2013

Malam Jerebu di Kota Rawan*(ALBDSM)

Malam jerebu semakin menebal
mimpi-mimpi tergilas
wajahmu kabur dan suaramu
bagaikan tergenggam.

Di kota rawan ini
janji-janji cendawan tumbuh
tercium bau lautan
perjalanan tak bertepi
Samudera menunggu
datangnya hujan malam.

Angin telah lama berhenti
berdesir. Rembulan menyisip
di celah-celah jerebu.
sendiri. Kota rawan ini,
nafasnya bagaikan terhisap
dan lumpuh. Matamu, merah
saga dan mulutmu adalah
mulut ikan yang tercunggap
di air kabut dan berlumpur.

Aku mencium bau hujan
bukan dalam mimpi
bunyi hujan dari jauh
lalu mendekat.
Malam jerebu
di kota rawan ini pun
berakhir.

UMS
Labuan
28 Jun 2013

*Antologi Puisi, 'Lirik Bulan Di Sukma Malam', Sabahuddin Senin dan Kamaria Buang, Borneo Top Publishing House, 2013