Monday, 15 July 2013

Ramadan Al Mubarak, Kami Masih Di Sini

Mentari termampan sejak pagi
langit mendung tebal
bot-bot masih terus membawa penumpang
Kota ini masih bernafas
dalam bulan Ramadan.

Aku masih merasakan perubahan waktu
perubahan tubuh dan sukma ini
dan cahaya senja mulai nampak
pada langit.

Masuklah, ruh Ramadan
pintu sukma ini terbuka luas.
indera ini masih bereaksi
sentuhan air pada wajah
lidah yang mencicip
mata yang memandang
telinga yang mendengar
dan mimpi-mimpi benar.

Langit menurunkan firasat dan kasyaf
seperti hujan datang dalam
segala musim tanpa merosakkan
panen dan tanaman.

Kalau ada yang kudambakan
biarkan aku hadir tiap Ramadan tiba
dan berteduh di bawah pohon Sidrah
berdaun lebar lalu melangkah dan
melangkah, tak pernah penat
dan lapar.

Siang di negeri Khaltulistiwa
hujan turun, waktu sungkai
mendekati ambang pintu.
Orang kota terburu-buru pulang
aku melihat kotaraya dan pulau
di pinggir kota, berendam dalam air,
seperti mensucikan sukmanya
setelah ia sedari dulu ia hanya
tanah berbatu di pinggir laut.

Kota Kinabalu
15 Julai 2013