Kau dilahirkan di tanah pribumi berbudaya
hingga pertama kali mata mulusmu
melihat dunia fana ini. Kau dilahirkan
dalam tradisi dan adat yang baik. Tapi
sekarang, langit seakan tersapu lumpur.
Bumimu melarat. Kau membenarkan.
Budaya Korupsi ini bertentangan
dengan fitratmu dan meracuni
langit, kehangatan budaya tradisi.
Mengapa benih budaya liar diterbangkan
angin singgah dan menumpang di tanah
pribumi lalu tumbuh mencengkam
tanah gemburmu. Dan kau seakan rimas
dan membiarkan Budaya Korupsi sebagai
satu darimu.
Kelembutan gerak, isyarat mata Gazel
dan sukmamu, daya artistik dan estetika
tinggi mengalir. Minda dan semangat
tak pernah dikalahkan. Adalah satu
kebohongan membiarkan lembah dan
langitmu terserap ke dalam jerebu
Budaya Korup.
Kerana Budaya Korup tetap membuat
riak gelombang diam-diam tapi agendanya
menghisap dan membunuh perlahan-lahan
tunjang budaya tradisi. Akhirnya ia menjadi
pohon kering dan mati.
Kaupun tak akan selamat. Ketika anak bangsa
mimpi dan impiannya dirampas, kejujuran dan
kemurniaan Budaya Tradisi berbentoran dengan
Budaya Korupsi, anak bangsa teruji buat kali
kedua setelah penjajah bangsa berpulang.
Kota Kinabalu
31 Julai 2013
No comments:
Post a Comment