Saturday, 13 July 2013

Salam Ramadan Salam Buatmu

Menumu sederhana nasi bungkus
atau roti kosong air paip di atas lantai
semen di sebuah kota bulan puasa.

Di tanah kampung dan di desa
pinggir kota dan rumah pangsa
kelaparan, kemiskinan, penyakitan
telah menjadi satu. Tanpa halaman
tanpa sempadan dan tanpa impian.

Ada seorang perempuan PTI
duduk di pinggir jalan dan
mengulang-ulang doa, Al Fatiha.
Orang lalu-lalang tak ambil peduli
kerana sekarang hampir waktu
berbuka puasa, nanti telat pulang
ke rumah.

Di hotel lima bintang berbuka puasa
mereka berbaju melayu dan
bersongkok kemas. Isteri-isteri
memakai baju berwarna-warni
dan memakai kerudung yang
baru dibeli dan mahal.

Di atas meja panjang di kotaraya
banquet indah dan cartering 
lengkap dengan pelayan, makanan
terbaik oleh chef terkenal di tanah air
Waktu berbuka panjang.

Bulan Puasa suci Ramadan
tidakkah kau lihat jiran di sebelah
sepi dan dapurnya tak berasap
tapi, tak pernah ditanyakan
dan apa lagi memberi salam.

Sepi telah lama terkurung
di kamar-kamar warga emas,
pesakit dari tanah jauh
musafir yang terkandas
dan wajah-wajah samar
rumah kongsi
hanyut menjadi hampasan
di pinggir tanah pantai.

Jurangmu semakin melebar
saban hari tanah tebing runtuh
kau, orang miskin seperti berdiri
di tanah seberang pulau sepi
menghadang ke lautan luas
dan suaramu jauh dan kecil.
Dan gemanya tak sampai di
gendang telinga atau di tanah
daratan.

Salam Ramadan Al Mubarak
salam kemenangan, tiada yang
dipinggirkan atau dilupakan.

Kota Kinabalu
14 Julai 2013

*PTI- Pendatang Tanpa Izin