Sunday, 7 July 2013

Datanglah Ramadan Al Mubarak, 2013* (UB)

Ya Rabbi, datanglah Ramadan Al Mubarak
kami mendambakan sukma ini seperti air
lembut dan tenang, mengalir sampai jauh
ke pelosok-pelosok pulau sepi atau desa
yang terpencil. Semangat Ramadan Al
Mubarak ini tak pernah dikalahkan.

Aku melihat saudara semakin tersinggir
jauh, kelaparan dan bunyi gendang perutmu
semakin tak tertahan. Begitu kuat seperti
petir di angkasa raya, jauh di khutub dan
ufuk, penderitaanmu melebar seperti
sungai yang menghakis tebing sepanjang
tahun.

Ada mata tapi segaja tak melihat kehadiranmu
ada telinga segaja tak mendengar runtuhan
tiang sukmamu. Ini bukan terlepas pandang,
kau segaja mendirikan tembok dan tembok itu
semakin tinggi dan tak terjangkau. Mengapa?

Kata-katamu bukan kasih sayang dan kehadiranmu
bukan malaikat yang menghulurkan tangan
kau terus mencipta oasis di halaman rumahmu
dan pelarangan kepada orang kecil. Kemiskinan itu
bukan warisan orang kecil di lorong bau longkang
atau di tanah pengasingan di desa tompokan sampah.

Kau tak akan boleh menguburkan  mereka di
tanah jerebu dan melupakan, sekarang atau bila-bila.
Kalau kau kehilangan rasa atau sukmamu liat dan
setelah bertahun-tahun kau hilang rasa dan peduli
lalu menjadi orang kasar dan kembali menjadi tanah
liat.

Datanglah, datanglah Ramadan Al Mubarak
kami membutuhkan semangat dan kesucian
bulan kemenangan Ramadan Al Mubarak.
Bebaskanlah kami dari serakah dan dunia
yang merangsang.

Kota Kinabalu
8 Julai 2013

*Tersiar Di Utusan Borneo 4 Ogos 2013