Monday, 15 July 2013

Renungan Sebuah Naratif Dalam Bulan Ramadan Al Mubarak*

Tiap orang ada rahsianya. Tiap rahsia ada 
yang boleh dikongsikan dan ada yang tak 
boleh dikongsikan. Tiap kata dan janji minta
ditepati, ada janji hanya hiasan pertemuan 
dan manisan mulut. Tiap orang inginkan
kebaikan sekalipun kecil tapi melaksanakan
yang kecil itu harus dimulai dari zero dulu. 
Lalu melangkah ke nombor satu. Tiap orang 
pandai memberi nasihat tapi diri sendiri kurang
mendengar nasihat berguna. 

Tiap yang dirancang ada tarikh tutupnya, bukan?
tapi kita masih mau tawar-menawar. Tiap orang 
punya impian, kebanyakan impian seperti sepasang
kasut yang dilemparkan di kawat letrik, untuk dilihat 
dan sebagai barang 'permainan tontonan.' Tiap sukma 
merasai tiap sentuhan atau getaran dan gelombang 
kekadang pintu sukmanya belum atau lambat terbuka.

Tiap orang tua punya keinginan dan kesempurnaan 
pada anak dan masa depannya. Tapi setelah waktu 
berjalan, mimpinya bagai kaca pecah berhamburan 
di atas lantai. Tiap orang ada keinginan berkorban 
dan ikut berjuang tapi menaruh sempadan dan hadnya. 
Bukankan pengorban itu harus bermula dari suatu titik 
dan dari sana kita selalu siap diuji dan siap untuk
mengambil keputusan dan melangkah. 


Dan kita harus mencabut lalang yang tumbuh meliar
menutupi benih kebaikan yang tumbuh di tanah gembur, 
mendapat hujan dan bermandikan cahaya mentari. 
Memang Tuhan menolong navigasi kita sampai ke tempat 
tujuan, di dermaga langit samawi. 

Kota Kinabalu
16 Julai 2013