Friday, 19 July 2013

Bulan Hilal di Horizon Langit Ramadan

Aku telah memasuki sempadan usia
dan aku melihat horizon dan paksi kehidupan
corak warna, bentuk dan dimensi kelainan
dari ukuran dan tanggapan masa silam.

Aku berenang ke garis penamat
di bawah langit kembang melati
pasir putih bumi kemboja
laut biru penyejuk sukma.

Di langit-Mu aku melihat
gerhana penuh dan warna berbeda
Kau telah memperingatkan
siang dan malam merangkul
tiap indera dan sukma.

Kelahiran ini dipengaruhi langit
dan bumi. Sentuhan gerhana
bulan dan mentari bagaikan
air mengalir dingin ke dalam
sukma. Setelah kemarau dan
malam panjang. Gerak-gerak
langit mengirim gerhana, dan
berkali-kali.

Kepada penghuni bumi gemetar
dan membaca, keelokan dan
isyarat langit datang berulang kali
sebagai mahkota kemuncak suatu
zaman.

Gerhana rembulan penuh dan
gerhana mentari dalam satu zaman
dan dalam satu masa telah membuka
kebenaran langit.

Bagaimana aku bisa
mengatakan,'itu khayalan belaka.'

Ya Rabbi, aku telah melihat
gerhana pada langit.  Gerhana datang
silih berganti. Aku menjadi
saksi kebenaran itu.

Pada bulan hilal dan bulan Qamar
dan purnama, dan mentari, tiap perubahan
padamu, aku yakin Kau adalah
kebenaran yang nyata. Seribu kurun
tak akan bermakna, kehadiran Kekasih-Mu
adalah rahmat yang menyingkap
kebenaran langit dan tanda-tandanya.

Aku menjadi kerdil sisa debu
yang hanggus melihat kebesaran dan
keindahan Kau bekerja di Singgahsana-Mu.

Bulan Hilal di langit Ramadan
aku merenung dan memahami-Mu
gerak-gerak di langit dan di bumi pelantaran
aku bersujud.

Maha Suci Engkau, kerana aku hadir
menjadi saksi di bawah pelantaran bumi
dan langit samawi.

Kota Kinabalu
20 Julai 2013