Saturday, 27 July 2013

Kopimu Kopi Gayo (Puisi)

Kopimu adalah kopi Gayo
selalu hangat dan panas
dari tanah gembur dan
udara segar khatulistiwa.

Ketika aku menghirup kopi Gayo
seperti aku berada bersamamu
di bawah mentari ribuan tahun
bercanda dan membaca puisi.

Aku melihat dari seggenggam
benih, menjadi pepohonan di
pesisir pantai dan lembahmu
tumbuh belukar menjadi hutan
jati Tanah Gayo.

Di langitmu, burung-burung
pulang dari tanah jauh
pulang membawa impian
Belantaramu riuh semula
sukmamu ditemukan kembali.

Tanah Gayo, tanah Kopi
baunya harum dan enak
ditanam dari tangan-tangan
kasih dan sayang.

Tanah Gayo, rembulan
masih di langit malammu
kau masih bisa bermimpi
dan mendakap impian.

Kota Kinabalu
28 Julai 2013

*Antologi Puisi, 'Lirik Bulan Di Sukma Malam', Sabahuddin Senin dan Kamaria Buang, Borneo Top Publishing House, 2013