Sunday, 19 May 2013

Urduga, Malam Ini*(ALBDSM)

Ia adalah seorang perempuan
merindukan
dirinya menjadi cahaya.

Lalu ia melangkah sebagai Urduga
duduk di atas pelana kuda semberani
di dalam mata ada rembulan
jejarimu adalah banjaran Crocker
rambutmu, hutan jati belantara
yang tak tersentuh.
kakimu, adalah bumi yang dapat
bertahan dalam semua musim
sukmamu tak pernah dikalahkan.

Urduga, namamu pun telah
menundukkan kebohongan
sepotong lidah.
Di rimbun hijau, halaman
matahari mulai menetas
cahaya bagai permaidani
yang diorak dari ikatan
Urduga berdiri segak
dengan busar dan anak panah.

Ya, Urduga, malam ini.

Kota Kinabalu
20 Mei 2013

*Antologi Puisi, 'Lirik Bulan Di Sukma Malam', Sabahuddin Senin dan Kamaria Buang, Borneo Top Publishing House, 2013