Thursday, 9 May 2013

Merindukan Bau Lautan*(ALBDSM)

Aduhai, kau masih merindukan bau
lautan, dan hujan tengah malam
dan perkebunan kelapa yang terasing.

Ayuh maju ke pulau impian
pasir putih, tanah gembur dan
pepohonan hijau.

Aku melihat diriku dan dirimu
di dalam perahu di
lautan samudera luas
langit biru mentari pagi
aku hirup udaramu
dan mandi dalam cahayamu
melihat ke depan
menyempurnakan impian
dalam mimpi semalam.

Di lantai lautan ini
aku pernah menyerahkan sukma
lautan ini telah menyimpan ribuan
rahsia
yang kalah dan menang
dalam pertarungan
membina rumah-rumah impian
dan mencipta bulan dan mentari
di langit sukma.

Dan aku baca mata angin dan
dan riak lautan. Aku tak akan
dikalahkan.

Setiap gelombang datang
membawa kapal dan penumpang
dan kau jangan meruntuhkan
impian, apa lagi menghapuskan
grafiti dan
artifak di halaman sejarah bangsa
menjelang hari Kemerdekaan.

Sayang, di sini aku himpun rangkaian
mimpimu
di Pulau Mantanani, dan kubebat luka-lukamu
di Simpang Mengayau, sepimu di Long Pa Sia,
dan rinduku di lembah Danum.

Kota Kinabalu
9 Mei 2013

*Antologi Puisi, 'Lirik Bulan Di Sukma Malam', Sabahuddin Senin dan Kamaria Buang, Borneo Top Publishing House, 2013
*Antologi Puisi kemerdekaan