Saturday, 18 May 2013

Lanskap Sukma*(AZB)

Kau telah belayar
di samudera luas
merasakan hempasan
ombak dan tofan.
Ributnya merendamkan
kepulauan sukma
sampai ke hujung kepala.

Di ruang angkasa
benuamu
langit ternyata indah,
cahayamu melimpah
dan landskap sukma
seperti arca tak tertelan
musim.

Hujan, kau turun selalu
sebagai inspirasi
berceritalah sekalipun
mengambil waktumu
dengarkanlah padanya.
generasi esok harus
mengenal tanah kasih-
sayang ini.

Di bumi ini kau
adalah Maryam
yang menjaga
kesucianmu.
Sukmamu adalah
rembulan yang
menyerap dan
memberikan.

Sekarang kau
pendengar yang sabar
tiap katamu seperti
air bening di musim
kemarau.

Tanah yang merekah
ini seperti telah bertahun-
tahun tak dikunjungi
ruh-ruh suci.

Suatu  malam air mengalir
dari langit samawi
menitis dan menjadi hujan
membawa berakhirnya musim.

Ketika kau sedar
air itu telah menyentuh
lanskap sukma dan
kau berkata.'Yang
mustahil telah terjadi.
Keajaiban dalam zamannya.
Kebenaran, satu kata
yang manis dan tak akan
tenggelam dalam waktu
yang mengalir.

Kota Kinabalu
18 Mei 2013
*AP Puisi Religi (Grup Sanggar Kembang Langit), Qomaruddin Assa'adah 4 Jun 2013. Telah disiarkan dalam antologi bersama 'Ziarah Batin', 250 halaman.


.