Tuesday, 28 May 2013

Salam Mak*(ALBDSM)

Kau telah siap mengemas-ngemas akan pulang
di atas lantai empat ekor semut hitam membawa
serpihan roti bergerak ke lubangnya.

Di dalam kamar tercium baumu, lantai ini
kau melelapkan mata. Jendela masih terbuka.
Suaramu memberi perintah, seribu nasihat masih
bergema  dan menempel di dinding-dinding.

Kau pernah berkata, "ketika kau berpergian, aku
terulit rindu dan sunyi." Selama ini akulah tamu
yang datang dan pergi. Tapi, hari ini, kau tamu
dan musafir yang akan pergi.

Sukmaku bagai dinding dermaga yang dipukul
ombak musim tengkujuh. Aku berdiri sendiri,
sedang hujan turun, air bergenang, aku menatapmu
hingga nokhta dan hilang di horizon.

Malam akan tiba, tiap detik beralih adalah
bayanganmu. Di matamu ada rahsia.
Kau tak pernah mengalah. Semangatmu
langit siang berjuang, malam adalah bumi
bertahan.

Kunci telah dipulangkan, amanat telah
disampaikan, pintu itu telah terbuka dan
mak mengucapkan salam.

Kota Kinabalu
26  Mei 2013

*Antologi Puisi, 'Lirik Bulan Di Sukma Malam', Sabahuddin Senin dan Kamaria Buang, Borneo Top Publishing House, 2013