Monday, 27 May 2013

Impian Nahkoda*(ALBDSM)

Gumpal awan telah menjauh dari mentari silam
Urduga telah melepaskan panahnya dari
atas pelana Kuda. Ibn Batuta menghirup udara
Selat Melaka membayang Kerajaan Melayu Raya.

Captain Cook memandang langit malam
menyongsong ombak ke timur lautan teduh
pribumi ini ditemukan atas nama Ratu
peluasan dan kekuasaan sampai ke kepulauan jauh
yang tak bersahabat.

Nahkoda Makassar dan penyelam teripang
terbawa angin berteduh di bumi 'dreamtime'
meninggalkan sukmamu dan menempel artifak
dan grafiti di gua-guamu. Ketika
pulang membawa hadiah lautan dan benua
selatan, isteri pribumi.

Di selatan tanah Melayu impian Nakhoda
menawan sukma pribumi dan Paduka Sultan
Tuhfat al-nafis, khazanah dan catatan
Raja Ali, impian yang menetas dan sempurna.

Di Pelabuhan ini nahkoda telah memberikan
isyarat kapal akan berangkat, di dalamnya ada
penumpang memandang langit dan horizon
laut masih tempat berdamai dan menaruh harapan
pada pendatang malam di abad 21.

Kota Kinabalu
28 Mei 2013

*Antologi Puisi, 'Lirik Bulan Di Sukma Malam', Sabahuddin Senin dan Kamaria Buang, Borneo Top Publishing House, 2013
*Antologi Kemerdekaan