Sunday, 26 May 2013

Tembok*(ALBDSM)

Siang-malam kau
mendirikan tembok
pada setiap jalan
pada daratan
pada laut dan langitmu.

Dibuat tembok berkeliling
dibuat tembok dalam rumahmu
dibuat tembok dalam fikiranmu
dalam perbualan, ada tembok-tembok.

Tembok itu adalah mengontrol
tembok itu adalah memisahkan
tembok itu adalah isyarat perang
tembok itu menghalang langkahmu
tembok itu mencipta dharurat
tembok itu  dendam kesumat
tembok itu dagang menguntungkan
tembok adalah grafiti dan artifak
pada sukmamu.

Tembok adalah hidup dan mati
tembok adalah regim yang korup
tembok itu pelarian dan hukum mati
tembok adalah masa silam dan sejarah.

Dunia ini adalah tembok-tembok
yang terus dicipta
tembok-tembok di PBB
tembok-tembok pendatang haram
tembok-tembok di sempadan
tembok-tembok di hospital
tembok-tembok di sekolah
tembok-tembok di universiti
tembok-tembok di majistret
tembok-tembok di ofis
tembok-tembok orang politik
tembok-tembok orang kecil.

Tembok itu
kekuasaan yang mendera.
Tembok itu
memisahkan dua bersaudara.
Tembok itu pisah dan pimpin
Tembok itu apatheid.
Tembok itu demokrasi sakit.

Tembok itu
kekuasaan yang mendera
halaman jiwa yang resah.
Ketika ketagih didirikan tembok
dalam inspirasi, mimpi dan impian.

Kota Kinabalu
26 Mei 2013

*Antologi Puisi, 'Lirik Bulan Di Sukma Malam', Sabahuddin Senin dan Kamaria Buang, Borneo Top Publishing House, 2013