Wednesday, 1 May 2013

Di Tanah Ini, Igau Orang Kecil*(ALBDSM)

Tiba-tiba, entah dari mana kau ingin merebut
apa saja pada sekujur tubuh ini. Aku bilang,
tiada apa-apa selain ini yang tinggal. Lihatlah,
hanya tinggal tenggorak dan tulang belulang.
Syukur, di tanah ini aku masih bisa berdiri.
Dan melangkah, tidak terlalu panjang, tapi
selangkah demi selangkah aku akan sampai
ke tanah seberang. Aku orang kecil, suaraku
pun orang kecil. Harapanku adalah harapan
orang kecil. Dan impianku seperti impianmu,
kesenanganmu ingin meratah dunia mentah-
mentah tak ada pula dalam agenda. Yang jelas
ada keadilan yang saksama. Antara aku dan
kau jangan terlalu lebar.Setiap hari ketika jarak
itu semakin merenggang, aku akan berusaha
merapatkan. Kalau tidak kau terus dibawa
arus ke tengah lautan atau  hilang di langit
malam. Suaraku ada di mana-mana. Gemanya
adalah ruh kehidupan itu sendiri. Aku melihat
mereka memukul genderang berarak, mengutip
suara di jalan-jalan, atau kepul-kepul dalam
gelombang suara. Dan suara ini, peninggalan
zaman silam. Sekalipun kau paksa, aku tak akan
memberikan kepadamu. Tanpa suara, harianmu
datar dan kosong. Kau masih mendesak, sekali
pun aku berulang kali mengingatkanmu. Tapi
kau masih merayu. Suaraku, harga diri dan maruah
bukan menjadi angka dan jumlah. Sekiranya kau
memakai kekerasan aku akan menjauh. Suaraku
adalah suara orang kecil. Aku tak akan memberikan
suara ini kepadamu kerana aku terpukul ke
penjuru.

Kota Kinabalu
27 April 2013

*Antologi Puisi, 'Lirik Bulan Di Sukma Malam', Sabahuddin Senin dan Kamaria Buang, Borneo Top Publishing House, 2013