Wednesday, 29 May 2013

Aku Mulai Mengenalmu*(ALBDSM)

Kalaulah dapat kuelakkan seminit itu
kemurkaan ini tak sampai menjangkau
tangga rumah dan langit impianmu.

Dalam sesaat itu kau seperti melepaskan
serigala meloncat dari pintu jeraji dan
menerkam mangsa tanpa siap siaga.

Ketika tanah lunsur  kemarahan itu
menimbus diri, gelap dan senyap
seakan langit runtuh ke atas kepala.
Udara menjadi gelombang yang
terputus-putus. Sendiri.

Kemarahan itu adalah api belerang
yang meruntuhkan tembok kesabaran
bergerak cepat membakar semuanya
yang ada. Menakluki sukma, kemudian
membakarnya hanggus.

Sesalan yang terlewat akan mendera
waktu mendatang. Tapi kesabaran yang teruji
menjadi matahari yang bersinar terang
dan berakhirnya musim tengkujuh.

Setiap kali kau ingin menjadi kembang bunga
api, aku akan mencarimu bara amarah
di pelosok sukma ini dan memadammu
dengan air hujan langit samawi.

Kota Kinabalu
30 Mei 2013

*Antologi Puisi, 'Lirik Bulan Di Sukma Malam', Sabahuddin Senin dan Kamaria Buang, Borneo Top Publishing House, 2013