Thursday, 30 May 2013

Berkumpul Burung-Burung di Bumi Kasih-Sayang Ini*(ALBDSM)

Berkumpul burung-burung dari celuk rantau
langit nusantaramu, terbang berkawan dan
ada datang sendiri. Suara-suara itu menjadi
satu korus yang halus dan tidak membosan
dan tidak menyakitkan telinga.

Selama beberapa hari, burung-burung ini
adalah tamu di tanah pribumi. Rimbunan
hijau rimba jati menjadi tuan rumah. Keramahan
pribumi selalu memikat musafir dan tamu ini.

Aku melihat di langit dan hutan belantara
sukma-sukmamu terbang bersayap telah
meramaikan dan mengindahkan bumi
khatulistiwa ini. Berkumpullah burung-
burung kasih di taman samawi di tanah
pribumi.

Pagi yang murni, burung Cenderawasih,
Kenari, si burung Tukang, Kakatua, dan Merba
Jambul Kuning terbang bersama bagaikan
berzikir kebesaran Tuhan melintasi lembah
Danun, Maliau Basin, Long Pa Sia,
banjaran Croker, Nablu, kepulauan Mutiara.
Dari timur ke barat, sungaimu yang berdenyut
hidup, adalah nadi di bumimu.

Di tanah impian ini, burung-burung dan
tuan rumah ada ikatan kasih, dalam dakapan
rindu. Dan degup-degup jantungmu
larut dalam kecintaan dan kasih-sayang.
Kehadiranmu ini telah menyemarakkan
belantara bumi ini dan langit samawi.

Di sukmamu, memang ada sentuhan dan
cinta kini telah menyerap dalam darah
jantungmu. Tangan-tangan malaikat turun
dan menuangkan air dan cahaya . Burung-
burung ini adalah utusan-utusan di zamannya.

Kota Kinabalu
30 Mei 2013

*Antologi Puisi, 'Lirik Bulan Di Sukma Malam', Sabahuddin Senin dan Kamaria Buang, Borneo Top Publishing House, 2013
*Antologi Kemerdekaan