Monday, 20 May 2013

Tebing di Pinggir Laut Runtuh Perlahan-lahan*(ALBDSM)

Suatu ketika tanah di tepi laut ini
penuh keramaian, malamnya penuh
kembang api dan anak-anak bermain
sembunyi di dalam gelap.

Ada orang berjual bubur kacang
pisang goreng, mi dan ikan bakar
seperti perkampungan telah ratusan
tahun. Tak ada terfikir nanti akan
menjadi sepi dan senyap.

Di hujung jembatan anak-anak melompat
girang ke dalam laut bersuka ria.Yang
tinggal sekarang tunggul-tunggul
dimakan tiram.

Dari lautnya menyimpan lagenda
dan ada rahsia yang tak pernah
diceritakan. Penghuninya telah
lama tak kembali. Kota perlahan-
lahan meruntuhkan tebingnya.
Orang pun tak bertanya, hanya
memandang dan tak ambil peduli
di situ pernah ada sebuah kampung.

Kota Kinabalu
18 Mei 2013

*Antologi Puisi, 'Lirik Bulan Di Sukma Malam', Sabahuddin Senin dan Kamaria Buang, Borneo Top Publishing House, 2013