Tuesday, 21 May 2013

Negeri Rindu-Rinduan*(ALBDSM)

Aku telah membawamu
jauh ke dalam negeri
kasih sayang dari negeri
rindu-rinduan.

Seperti di langit
dan kepulauanmu
ada legenda hidup.
Di sini pula ada legenda
menggoda impian.

Kau perindu yang telah
lama mematahkan seruling bambu.

Tiap perindu selalu
memimpikan sepasang kepak yang lebar
Khutub Selatan terlalu dekat.

Kerinduan itu seperti bergayutan
dari bintang ke bintang malam
melayang dalam udara tipis.

Saat dirimu dalam kerinduan
nafasmu dalam mengelum doa 
di negeri rindu-rinduan.

Waktu tak menunggu
seperti rindu pun tak ingin menunggu
dalam putaran
aku ketagih dalam kerinduan.

Air yang mengalir dari tangan
ke tubuh ini lahir dari kerinduan
lalu menyerap dan berkumpul
di dalam sukma.

Di negeri rindu-rinduan
aku telah membuka pintumu
supaya kau dapat masuk dan
keluar.

Dalam kerinduan itu ada kasih sayang
tanpa sekutu pada dendam kesumat
di tanah kasih sayang kerinduan
para mutaki dan rohanian
kerinduan pada langit samawi
kerinduan pada kebenaran hakiki.

Kerinduan yang berakar pada bumi
dan menyingkap tabir langit 
kerinduan pun bersujud
kesabaran yang teruji
lalu lahirlah kedamaian
sebuah kerinduan.
 
Kota Kinabalu
21 Mei 2013

*Antologi Puisi, 'Lirik Bulan Di Sukma Malam', Sabahuddin Senin dan Kamaria Buang, Borneo Top Publishing House, 2013
*Antologi Kemerdekaan