Friday, 11 March 2016

Mimpi Di Suatu Malam Gerhana*(Cemar)(HE)

Pada langit selalu hadir bulan bintang di waktu malam
ketika siang datang kau melihat matahari di horizon
pada bumi, gema rimbamu telah menjauh ke dalam
gelora gelombang bergulung ke arah tanah daratan.

Ketika malam kehilangan cahaya bulan dan bintang
lalu kegelapan menyerap kilas cahaya yang tinggal
seperti langit kosong kehilangan mahkota keagungan
berakhir satu cerita pada satu titik di halaman terakhir.

Tanah peribumi yang kehilangan rimba jati telah
menjadi dataran tanah yang terhakis dan gondol
kau telah mengetahuinya tanpa berbuat dan bertindak
dan kembaramu berjalan di atas tanah lumpur dan liat.

Dulu di laut itu ada beberapa atol dan pulau-pulau
lalu air telah naik menenggelamkannya ke dasar laut
kau lihat hanya laut pemukimnya telah dulu berpindah
telah terjadi seperti mimpi di suatu malam gerhana.

*Tersiar di Harian Express 15 Mei 2016.