Saturday, 19 March 2016

Memo Buatmu* (Cemar)

Aku ingin menulis memo buatmu
mencontengnya pada kanvas langit
huruf-huruf besar supaya semua bisa
membaca dan pesan itu sampai.

Pada angin belantara telah kusampaikan
berita itu telah dibawanya jauh ke dalam
rimba raya dan kepulauan mutiaramu
berulang-ulang diucapkan pada inderamu. 

Di Tanah Peribumimu tiap pohon dipahat
tentang keresahan rimba rayamu yang terkerat
menghalau pemukimnya melangkah sempadan
pemburu malam makin bernafsu berburu.

Bahang matahari makin panas bukan kepalang
kesabaranmu teruji untuk ke sekian kali
malammu gundah dan mimpimu tak menetas
lalu memo ini  tercipta atas kesedaran bangsa.