Wednesday, 9 March 2016

Hari Wanita Buat Ma*(UB)(Mama)(Terbit)

Aku telah kembali padamu suatu malam bulan purnama penuh
kembara ini tak merubah langit junjunganmu bumi berpijak
barangkali yang berubah pohon di halaman kehilangan daun
kerat-kerat di wajahmu, telah menunjukkan jati dirimu, ma.

Di lautan rindu dan bumi terasing aku terus memanggilmu
ketika aku bergelut pada gelombang dan jerebu kemarau
padamu, aku mencari kekuatan dan ketahanan diri, ma
aku tak pernah mengalah pada segala musim bertarung.

Kau telah menunggu kepulangan ini di negeri pergunungan
malam-malam gerhana dan gempa di kalbumu telah berlalu
mimpi-mimpi buruk seperti komet yang hanggus di cakerawala
gema suaramu ma, kelangsungan hidup dan kebenaran samawi.

Dalam doa-doa tawajuh di Malam Tajalli aku mengenangkanmu
denyut nafasmu ada kelembutan dan rendah diri seorang wanita
kau mengajarku melangkah di tanah peribumi di bawah langit baru
berjihad nafsi dan dalam aksaramu tak ada derhaka dan kekerasan.

Bernyanyilah Cenderawasih, tiap lidah mengucap kejuitaanmu
lagumu Zikirullah menurunkan hujan samawi  di tanah gersang
menyempurnakan harapan dan purnama di langit kalbumu, ma
zalim dan penderaan terhadap wanita, musuhmu yang dikalahkan.


*Tersiar Di Utusan Borneo 13 March 2016