Sunday, 30 September 2012

Mencari Jalan Pulang (Pasifik)

Kau terbangun beberapa kali dalam satu malam
mimpi pun datang sepotong sepotong, akhirnya
duduk tertidur hingga kokok ayam jantan.
Tiap siang matahari turun tenggelam, terhitung
dalam diam, perjalanan pulang memanggilmu.
Kau akan pulang, bukan pulang kampung cuti
atau kucing yang dicampak dan kehilangan
jalan pulang. Suatu hari di pelabuhan, aku
melihatmu, pertemuan di tanah asing. Uban
di rambutmu meliar ke kumis dan janggutmu.
Di perantauan, persaudaraan segar kerana
kita tak terlampau banyak bertanya. "Tidak
pulang?" Pertanyaan itu sekalipun datang
biasa-biasa dari salah seorang. Tapi yang
bertanya, ia sendiri sebenarnya boleh menjawab.
"Aku kehilangan passport dan nombor telefon."
Sudah dua puluh tahun, keluargaku entah di mana?"
Ya, Jakarta, kota raya dan ramai penduduknya."
Keduanya diam. Panas laut dibawa angin,
Kami pun berselindung, mencari ketenangan
sendiri. Dan menyembunyikan sukma di celah-
-celah langit. Di tanah asing, mencari jalan
pulang, seperti terpanggil dalam mimpi kesiangan.

Honiara
1 Oktober 2012