Wednesday, 19 September 2012

Pak Dogol, Datang Pada Saatnya (Malaysia)

Ia pergi dan menutup pintu keras
burung-burung di halaman terbang sepintas
bergemuruh bunyi kepak dan menjauh.

Jangan panik kalau di tengah jalan
ada orang menegurmu, dan berkata,
'Kamulah, orangnya.' Seperti dikatakan
menang loteri satu dalam seribu.

Begitu ia datang pada suatu siang
lalu ia sesukanya memakai bahasa
rindu dan kasih pada titis-titis air liurnya.

Sedang aku mendengarnya. Pak Dogol
masuk ke dalam bual. Sambil tersenyum
aku memanggilnya duduk.

Honiara
20 September 2012