Wednesday, 12 September 2012

Mengenangmu (Boat People)

Sendiri, berdiri di pinggir pagar melihat
tenang teluk Sandakan. Pernah di situ,
di pelabuhan Barter Trade ini sibuk,
ratusan dan berlipat sampai ke ribuan
penumpang malam berdatangan. Kapal-
kapal penuh muatan, orang-orang
dari kepulauan selatan terpaksa pergi
dan memburu cahaya di pesisir pantaimu.
Sabah, terpanggil membuka pintunya.
Perang, tembak-menembak, lari dan sembunyi,
Regim Marcos mengepong desa-desa dan
memaksamu menjadi penumpang malam.
Di lautmu, terlentang kepulauan selatan,
pulau Mindanao, Tawi-Tawi, Pahlawan dan
Pulau Jolo, di laut Sulu, benteng yang
kukuh dan tak pernah dikalahkan.
Armada Sepanyol terpukul mundur, datang
Kolonial Amerika, menerima nasib sama.
Bangsa Moro terus diburu, pembantaian
bangsamu masih hidup dalam ingatan.
Dan peristiwa hitam itu, jadi tugu dalam sukmamu.
Kini, setengah abad Sabahmu, merdeka, laut,
kepulauan dan sempadanmu, tenang. Langit
malammu menelur mimpi, kapal-kapal belayar,
datang dan pergi. Kesabaranmu sebagai rembulan
tetap ramah, berteduh dan mencari makan.
Di sini, mereka berbual, minum kopi. 
Lalu membuat pesta dan membesarkan
rumah tapi lupa menyiapkan lantainya rapi.

Honiara
13 September 2012