Monday 4 June 2012

Balada Kemeja Putih (Pakaian)

Kemeja putih
dari selembut kapuk
selalu kupakai tak kira
musim telah berubah.

Kami menggembara bersama
kekasih yang kukenal
seputih sorbet
warna cinta seputih isi kelapa.

Ia mencium bau peluh
seperti buruh kasih
bertarung saban hari
tanpa gosip tanpa sumpah sarana.

Kau saksi tak dapat kuabui
pada kuah yang tumpah di kemeja
atau darah yang menitis
atau noda hitam yang berdendam.

Waktu mengalir kemeja putih
menjadi lesu dan putihnya luntur
kolarnya mulai koyak
tapi, aku masih memakainya.

Siang itu tanpa bertanya
diambilnya kemeja putih
tersangkut di kamar menjadi
kain mengelap meja dan lantai.

Saksi langit aku merana
mencarimu kemeja putih
tiada di dalam kamar
tiada pula di halaman.

Bila kusedari
terlambat sudah kemeja putih
terbuang di muka pintu
buat pengalas kaki ketika masuk.

Hujan masih tak berhenti
di tepi sungai kemeja putih
hanyut dan tenggelam
dibawa arus ke muara

Canberra
4 Jun 2012




No comments:

Post a Comment