Wednesday, 4 September 2013

Panahmu Tak Sampai (Cemar)

Awal siang kau diperingatkan,
"Jangan melawan arus 
nanti perahumu terbalik dipukul ombak."

Orang di sini suka menonton
adegan kejam dan sadis.

Kau dibiarkan melayah di bawah terik matari
lalu dari sukmamu melompat singa jantan
siap mematahkan tengkuk tuannya.

Jangan kau keliru mimpi yang benar
mimpi-mimpi yang dicipta oleh musuhmu.

Benarkah, mereka bisa membakar
dari lidah api lalu membuat jerebu asap
menukar bumi dan langitmu gelap.

Lihatlah sekutunya, telah mencabut 
parang dari sarungnya.

Aku tak akan membiarkanmu
berlagak sebagai hakim dan menjatuhkan
hukuman lalu gema suaramu bergetar
ke seluruh hutan belantara, dan kau berpekik 'diam.'

Tapi, alam dan hutan belantara masih
terus bercerita seperti masa silam. Panahmu
tak sampai jatuh di depan, jauh dari sasaran.

Kota Kinabalu
5 September 2013